Polres Samosir Sukses Amankan Aksi Damai Keturunan OTRS

News161 Dilihat

SAMOSIR – Polres Samosir berhasil mengamankan jalannya aksi damai yang dilakukan oleh Keturunan OTRS di Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, Samosir.

Aksi ini berlangsung di depan Tugu ORUS, dengan tujuan menolak peresmian tugu serta penguasaan fisik atas tanah adat ORUS di Baneara.

Aksi damai yang dipimpin oleh ES sebagai penanggung jawab dan VS sebagai orator, diikuti oleh sekitar 100 orang. Peserta aksi menggunakan delapan kendaraan roda empat, 20 kendaraan roda dua, serta alat peraga berupa sound system juga spanduk.

BACA JUGA :  Polres Samosir Lakukan Pengawalan Ketat Kontingen PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Samosir

Di lokasi aksi, secara bersamaan dilaksanakan kegiatan ibadah serta pesta syukuran pembangunan Tugu ORUS oleh Lembaga Pemangku Adat Pomparan/Keturunan ORUS. Kegiatan dihadiri sekitar 80 orang, yang meliputi kebaktian dan pertunjukan budaya manortor.

Personel Polres Samosir bersama Polsek Harian dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas dengan memastikan keamanan di kedua kegiatan yang berlangsung berdekatan. Aksi damai berlangsung aman tanpa adanya timbul tindkan pidnaa antara peserta aksi dengan kelompok lain.

BACA JUGA :  Kejati Sumut Hentikan Perkara Penganiayaan Ibu dan Adik Tiri Dengan Pendekatan RJ

Pada pukul 11.00 WIB, kegiatan syukuran selesai dan diikuti dengan orasi dari peserta aksi damai. Setelah itu, peserta aksi meninggalkan lokasi lewat pengawalan petugas hingga tiba kembali di titik kumpul awal, Kamis (12/12/2024)

Pejabat Sementara Kasi Humas Polres Samosir menyampaikan bahwa aksi damai ini mencerminkan dinamika hubungan internal antara Keturunan ORUS dan OTRS, yang berasal dari satu marga dan memiliki leluhur yang sama. “Meskipun ada perbedaan pendapat, kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman. Ini adalah komitmen Polres Samosir dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA :  Demi keselamatan, KAI Sumut tutup 49 perlintasan sebidang

Kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan pengamanan yang baik, dialog dalam masyarakat dapat berjalan dengan tertib dan damai, tanpa mengorbankan nilai-nilai persaudaraan yang sudah lama terjalin. (JB Rumapea)