500 Orang Mengungsi Akibat Banjir Bandang di Tapanuli Utara

News798 Dilihat

Medan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, bersama pemangku kebijakan terkait mencatat banjir bandang yang melanda di dua kecamatan di wilayah itu mengakibatkan 500 orang mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapanuli Utara Bonggas Freddy Pasaribu mengatakan banjir bandang yang terjadi pada Minggu (29/12) melanda Kecamatan Pahae Jae dan Kecamatan Siatas Barita.

“Ada dua kecamatan yang terdampak banjir bandang itu. Data sementara Kecamatan Pahae Jae ada 500 orang yang mengungsi. Sementara Kecamatan Siatas Barita masih dilakukan pendataan,” ujar Bonggas Freddy saat dihubungi di Medan, Senin.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Pematangsiantar Hadirkan Layanan Pengobatan Gratis untuk Awak dan Penumpang Bus

Menurut dia, Kecamatan Pahae Jae merupakan wilayah yang paling parah terdampak banjir bandang tersebut. Pihaknya bersama pemangku kebijakan terkait mencatat sebanyak 77 rumah terdampak.

“Sedangkan di Kecamatan Siatas Barita ada beberapa rumah, dan yang paling parah ada tiga rumah. Saat ini di kecamatan itu masih dilakukan pembersihan,” kata dia.

Atas kejadian itu, pihaknya bersama pemangku kebijakan terkait terus melakukan berbagai upaya termasuk mendirikan tenda pengungsi dan dapur umum.

BACA JUGA :  PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Gelar Jumat Berkah, Wujud Kepedulian Guntur Syahputra kepada Masyarakat

“Sementara tenda pengungsi yang didirikan pascabanjir bandang tersebut berada di Kecamatan Pahae Jae,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya akan kembali mendirikan tenda pengungsi jika masyarakat terdampak banjir bandang yang mengungsi terus bertambah.

“Kami mendirikan satu tenda pengungsi. Akan tetapi, jika masyarakat minta akan kita sediakan. Kita pastikan tenda pengungsinya ada,” ujar dia.

BACA JUGA :  Polres Samosir Lakukan Pengawalan Ketat Kontingen PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Samosir

Hingga saat ini, kata dia, pihaknya terus melakukan berbagai upaya serta memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi banjir bandang susulan.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar lokasi rawan bencana alam agar meningkatkan kewaspadaan dini.

“Tidak ada korban jiwa akibat banjir bandang itu, tetapi satu orang luka ringan akibat terpeleset,” ujarnya dikutip dari Antara. (red/ant)