Dugaan Penyimpangan Anggaran Dinas Ketapang dan Pertanian

News284 Dilihat

Langkat – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Langkat Hendrik Tarigan memberikan tanggapan tegas terkait isu miring yang menyebut adanya dugaan penyimpangan anggaran dan distribusi bantuan yang tidak sesuai harapan pada dinas yang dipimpinnya.

Hendrik di Stabat, Selasa menjelaskan bahwa bantuan bibit ternak yang diberikan kepada petani telah sesuai dengan spesifikasi dan standar yang telah ditetapkan.

“Bantuan yang kami distribusikan adalah bibit ternak kambing yang sudah memenuhi spesifikasi yang ditentukan, dan harganya sesuai dengan Standar Satuan Harga (SSH) Kabupaten Langkat. Kami tidak pernah memberikan bantuan berupa indukan kepada peternak,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bupati Masinton Dampingi Gubernur Bobby Temui Gubernur Aceh Bahas Status 4 Pulau

Ia juga memastikan bahwa proses pengadaan bibit ternak dilakukan secara transparan dan sesuai aturan menggunakan sistem E-Katalog.

Menanggapi isu mengenai kelangkaan pupuk subsidi yang sempat viral di media sosial beberapa hari lalu, Hendrik menyebut bahwa kondisi tersebut tidak sesuai fakta di lapangan. Ia menegaskan bahwa alokasi pupuk subsidi di Kecamatan Secanggang sebenarnya mencukupi, bahkan melebihi kebutuhan.

BACA JUGA :  Dukung Wali Kota Medan, Roby Barus: Siaga 24 Jam, Gaji Kepling Memang Layak Dinaikkan

“Terkait video yang diunggah oleh saudara Abdul Hasan, saya rasa itu tidak mewakili kondisi sebenarnya. Secara fakta realitasnya, pupuk subsidi di Kecamatan Secanggang tidak mengalami kekurangan, malah berlebih,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Hendrik juga menekankan bahwa Kabupaten Langkat telah memiliki mekanisme pengawasan ketat terhadap distribusi pupuk bersubsidi melalui tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3). Tim ini yang bertugas memastikan distribusi pupuk sesuai aturan dan mengatasi setiap keluhan.

BACA JUGA :  Peringati HUT Ke-44, DPP IARMI Sumut Gelar Dialog Kebangsaan

“Jika ada keluhan terkait distribusi pupuk, tim KP3 akan turun langsung ke lapangan untuk memeriksa dan mencari solusi,” tegas Hendrik dikutip dari Antara.

Dengan ini Dinas Ketahanan Pengan dan Pertanian berharap dapat meluruskan informasi yang keliru di masyarakat serta memastikan pelayanan dan program berjalan transparan dan sesuai prosedur. (red/ant)