Jasa Raharja Tebing Tinggi dan RS Sari Bhayangkara Tebing Tinggi Gelar Pelatihan PPGD Bersama Karyawan dan Sopir PT Raja Tambun

News188 Dilihat

TEBING TINGGI – Dalam Rangka Menekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja Cabang Tebing Tinggi bekerja sama dengan RS Bhayangkara Tebing Tinggi menyelenggarakan Pelatihan Penanganan Gawat Darurat (PPGD) bagi karyawan dan sopir PT Raja Tambuh.

Kegiatan yang digelar pada Jumat, 17 Oktober 2025 di Loket PT Raja Tambun bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta keterampilan Karyawan dan Sopir dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di jalan raya.

BACA JUGA :  Cegah Laka Lantas, Jasa Raharja Kabanjahe Pasang Spanduk Himbauan di Daerah Rawan Kecelakaan

Jasa Raharja Cabang Tebing Tinggi yang diwakili oleh Nico Lalo menekankan pentingnya pemahaman PPGD sebagai bagian dari upaya menekan angka fatalitas akibat kecelakaan.

Sementara itu, tim medis dari RS Bhayangkara Tebing Tinggi memberikan pembekalan langsung berupa teori dan praktik lapangan, mulai dari pertolongan pertama, resusitasi jantung paru (RJP), hingga teknik evakuasi korban.

“Kami berharap para Sopir, karyawan PT Raja Tambun Indah dapat menjadi agen keselamatan di lingkungan masing-masing. Pengetahuan PPGD ini bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” ujar Nico dalam sambutannya.

BACA JUGA :  Kejari Medan Gelar Penyuluhan Hukum di Kelurahan Sei Sikambing B, Stop Radikalisme dan Terorisme

Senada dengan itu, Ricky Fran Sihar menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen Jasa Raharja dalam mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Keselamatan transportasi adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang benar, kita dapat membantu menekan risiko fatalitas dan menciptakan budaya tertib berlalu lintas,” ungkapnya.

Acara ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif mengikuti simulasi penanganan gawat darurat.

BACA JUGA :  Sudah 97,30 Persen, Pemko Medan Targetkan UHC Capai 98 Persen di 2024

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan semakin banyak Pengetahuan bagi sopir, karyawan dan masyarakat yang memiliki kepedulian serta keterampilan dalam mendukung keselamatan transportasi di Indonesia. (Red)