Jay Idzes Blak-Blakan Sebut Kluivert Pusing Pilih Paes atau Emil

News433 Dilihat

Timnas Indonesia bakal melakoni laga penting kontra China dalam laga kesembilan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (5/6/2025).

Namun, sebuah pengakuan disampaikan Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes.

Dirinya mengatakan jika Maarten Paes dan Emil Audero membuat susah pelatih Patrick Kluivert dalam menentukan pilihan.

Emil Audero berpeluang menjalani debut dengan Indonesia, lantaran Maarten Paes yang selama ini jadi kiper utama terkena akumulasi kartu kuning.

BACA JUGA :  Wagub Sumut Bersama Menkes Groundbreaking RSUD Pratama Nias Barat

Kehadiran Emil yang jadi pemain naturalisasi pada Maret lalu menambah kedalaman skuad Indonesia, khususnya di bawah mistar.

Akan tetapi, dalam dua pertandingan pada Maret tersebut melawan Australia dan Bahrain, Kluivert lebih memilih Paes ketimbang Emil.

Memiliki dua kiper bagus dan sarat pengalaman bermain di luar negeri jadi keuntungan besar bagi Skuad Garuda.

BACA JUGA :  Tim URC serta Patroli Perintis Presisi Polrestabes Medan Amankan Puluhan Pelajar Hendak Tawuran

Hal itu juga menurut Jay Idzes menjadi kesulitan dalam mencari perbedaan dari Paes dan Emil.

“Sejujurnya, saya cukup mengenal Emil, karena dia bermain di Italia. Kami juga sudah sering berkomunikasi sebelumnya, sebelum dia dinaturalisasi. Sejauh ini saya baru bermain bersama Maarten, jadi saya belum bisa benar-benar mengatakan apa perbedaan besarnya,” ujar Idzes.

Di tengah keberuntungan Indonesia memiliki banyak pilihan, Jay Idzes menyebut salah satu ‘masalah’ dari punya banyak pemain bagus adalah membuat pusing pelatih.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Awak dan Penumpang Kendaraan Umum di PO Koperasi Bintang Tapanuli

“Tapi kami sangat beruntung memiliki beberapa penjaga gawang, bukan hanya mereka berdua, tapi juga penjaga gawang lain yang sangat bagus,” ujar Idzes.

“Jadi kami benar-benar beruntung memiliki banyak pilihan. Akan menjadi pilihan yang sulit bagi pelatih ketika semua sudah bergabung,” kata Idzes menambahkan