Polisi Tangkap 3 Pelaku Curanmor Beraksi di Patumbak

KRIMINAL, News304 Dilihat

MEDAN – Tim Unit Reskrim Polsek Patumbak menangkap tiga tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dari tempat terpisah.

Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir, menjelaskan awalnya pihaknya menangkap dua tersangka curanmor berinisial DPN (29), warga Jalan Muara Gang Mauliate Selamat Toba, Desa Amplas dan WLA (25), warga Jalan Pasar IV Gang Bersama Satahi I Desa Marindal II Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang.

“Kedua tersangka telah mencuri sepeda motor milik korbannya warga Jalan SM Raja, Gang Masjid, Kecamatan Medan Amplas,” jelasnya, Rabu (5/2).

BACA JUGA :  Pelaku Pencurian dan Kekerasan terhadap Wisatawan asal Prancis Berhasil Ditangkap

Faidir menerangkan, aksi curanmor itu terjadi pada Selasa (28/1) malam lalu. Kedua tersangka mencuri sepeda motor korban dari teras rumah dengan syang terkunci.

“Aksi kedua tersangka dipergoki korbannya yang berteriak,” terangnya polisi yang sedang melaksanakan patroli melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pengejaran dilakukan hingga dua tersangka berhasil ditangkap.

“Dari tangan kedua tersangka disita barang bukti 1 kunci T dan 1 unit sepeda motor Honda Vario putih nomor polisi BK 2600 AIQ,” beber mantan Kapolsek Medan Area tersebut.

BACA JUGA :  Apin BK Wajib Cemas, 15 Anggotanya Dituntut 18 Bulan Penjara

Lebih lanjut, Faidir mengatakan kembali ditangkap pelaku curanmor berinisial AS (24), warga Jalan Tirto Sari, Gang Banten Kecamatan Medan Tembung, karena mencuri sepeda motor Honda Vario merah BK 2962 AIH di Jalan Panglima Denai, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, pada Senin (3/2) malam lalu.

Peristiwa itu dilaporkan korbannya ke Mapolsek Patumbak, hingga penyelidikan polisi mengendus keberadaan tersangka bersama sepeda motor curiannya di Jalan Panglima Denai.

BACA JUGA :  Manajemen PLN Kasak Kusuk Cari Pembocor Informasi Penyebab Blackout Bali, Darmo dan Dirut Indonesia Power Kompak Bungkam

“Terhadap Para tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman minimal 5 tahun hukuman penjara,” pungkasnya dikutip dari waspada. (red)