Polisi Tangkap 3 Pelaku Curanmor Beraksi di Patumbak

KRIMINAL, News156 Dilihat

MEDAN – Tim Unit Reskrim Polsek Patumbak menangkap tiga tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dari tempat terpisah.

Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir, menjelaskan awalnya pihaknya menangkap dua tersangka curanmor berinisial DPN (29), warga Jalan Muara Gang Mauliate Selamat Toba, Desa Amplas dan WLA (25), warga Jalan Pasar IV Gang Bersama Satahi I Desa Marindal II Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang.

“Kedua tersangka telah mencuri sepeda motor milik korbannya warga Jalan SM Raja, Gang Masjid, Kecamatan Medan Amplas,” jelasnya, Rabu (5/2).

BACA JUGA :  Tanam 2 Pohon Ganja, Warga Sutomo Diamankan Sat Narkoba Polres Langkat

Faidir menerangkan, aksi curanmor itu terjadi pada Selasa (28/1) malam lalu. Kedua tersangka mencuri sepeda motor korban dari teras rumah dengan syang terkunci.

“Aksi kedua tersangka dipergoki korbannya yang berteriak,” terangnya polisi yang sedang melaksanakan patroli melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pengejaran dilakukan hingga dua tersangka berhasil ditangkap.

“Dari tangan kedua tersangka disita barang bukti 1 kunci T dan 1 unit sepeda motor Honda Vario putih nomor polisi BK 2600 AIQ,” beber mantan Kapolsek Medan Area tersebut.

BACA JUGA :  Demo Polrestabes Medan, JPKP Sumut Minta Pelaku Penganiayaan Sucipto Ditangkap

Lebih lanjut, Faidir mengatakan kembali ditangkap pelaku curanmor berinisial AS (24), warga Jalan Tirto Sari, Gang Banten Kecamatan Medan Tembung, karena mencuri sepeda motor Honda Vario merah BK 2962 AIH di Jalan Panglima Denai, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, pada Senin (3/2) malam lalu.

Peristiwa itu dilaporkan korbannya ke Mapolsek Patumbak, hingga penyelidikan polisi mengendus keberadaan tersangka bersama sepeda motor curiannya di Jalan Panglima Denai.

BACA JUGA :  Cekcok Mulut Saat Pembongkaran Tembok dan Pasang Plang, Dedi Suheri SH: Tanah Ini Milik Nasrul

“Terhadap Para tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman minimal 5 tahun hukuman penjara,” pungkasnya dikutip dari waspada. (red)