Sinergi Lintas Sektoral: Forum Komunikasi Lalu Lintas Labura Gelar FGD Strategis Tangani Kemacetan dan Fatalitas Kecelakaan

News802 Dilihat

AEK KANOPAN, 27 April 2026 – Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) sukses menggelar Forum Group Discussion (FGD) perdana tahun ini. Pertemuan strategis ini mempertemukan para pemangku kepentingan utama guna merumuskan solusi konkret terhadap tantangan transportasi di wilayah “Bumi Basimpul Kuat Babontuk Elok”.

Sebagai wilayah yang dilintasi Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) sepanjang kurang lebih 80 km, Labuhan Batu Utara memiliki kompleksitas transportasi yang tinggi, mulai dari kepadatan kendaraan angkutan barang hingga risiko kecelakaan yang fluktuatif.

BACA JUGA :  ASN dan Pelajar Jadi Target Edukasi Keuangan OJK di Paluta dan Sibolga

FGD ini menghasilkan komitmen terpadu dari lima pilar keselamatan jalan untuk mengatasi titik lelah (fatigue point) dan kemacetan di beberapa titik krusial titik rawan laka yang ada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera Utara Kab Labuhan Batu Utara.

Labuhan Batu Utara adalah urat nadi logistik Sumatera. Masalah transportasi di sini tidak bisa diselesaikan hanya dengan aspal atau tilang saja. Diperlukan manajemen koridor yang terintegrasi.

BACA JUGA :  Sambangi Dua SMA di Binjai, Jasa Raharja Ajak Pelajar Taat Pajak dan Tertib Berlalu Lintas

Sinergi antara PUPR dalam menjaga kemantapan jalan dan Dishub dalam pengaturan rambu harus berbanding lurus dengan peningkatan literasi keselamatan berkendara di masyarakat, sehingga tim gabungan FKLL akan melakukan aksi nyata di lapangan seperti pemasangan lampu penerangan tambahan di area minim cahaya.penertiban hambatan samping di sepanjang pusat bisnis Aek Kanopan. Sosialisasi masif ke sekolah-sekolah dan komunitas sopir angkutan logistik.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Hari Pertama Sekolah di SMAN 15 Medan

Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu Utara berharap dapat menurunkan angka fatalitas kecelakaan secara signifikan dan meningkatkan kelancaran arus barang dan jasa yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah. (Red)