MEDAN – Langkah strategis Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, dalam meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan di provinsi itu mulai mendapat perhatian. Kebijakan terbarunya, yakni penyediaan akses internet gratis di sekolah, dinilai sebagai terobosan penting untuk memangkas kesenjangan akses belajar bagi pelajar di seluruh Sumut.
Kebijakan ini diapresiasi oleh Pengamat Pendidikan Septian Prawijaya. Menurut Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan UNIMED itu, langkah Bobby menunjukkan komitmen kuat untuk menciptakan kesetaraan pelayanan pendidikan.
“Usaha untuk mewujudkan kesetaraan layanan pendidikan oleh gubernur patut diapresiasi. Ini adalah fondasi yang baik,” ujar Septian, Rabu (12/11/2025) di Medan.
Namun, pria yang karib disapa Wija itu mengingatkan, kesuksesan program ini bergantung pada implementasinya.
Pemerintah provinsi harus memastikan layanan internet gratis tepat sasaran, berkualitas, dan benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran.
Rekomendasi untuk Perbaikan Sistem Pendidikan Sumut
Lebih lanjut, Wija memberikan sejumlah rekomendasi kepada Pemprov Sumut untuk memperkuat upaya pemerataan pendidikan.
Diantaranya, penerapan Sistem Merit bagi Guru: Manajemen guru untuk SMA/SMK/SLB perlu menggunakan sistem yang transparan dan berdasarkan kebutuhan sekolah, bukan mutasi yang bersifat sukarela. Hal ini untuk mencegah penumpukan guru di sekolah-sekolah favorit di pusat kota.
Kemudian, pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP): Pemerintah harus memastikan semua sekolah di bawah naungan Pemprov Sumut memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
“Tidak boleh lagi ada ruang kelas yang tidak layak pakai di sekolah-sekolah SMA/SMK/SLB,” tegas Wija.
Dan terakhir, Komitmen Berkelanjutan: Wija meyakini bahwa dengan komitmen kuat dari Gubernur Bobby Nasution, kesetaraan pendidikan dapat diwujudkan secara bertahap.
“Masyarakat akan merasakan langsung upaya nyata Gubsu,” tambahnya.
Kolaborasi dan Pendataan Komprehensif Jadi Kunci
Akademisi UMSU, Akhyar Anshori, juga menanggapi upaya pemerataan pendidikan di Sumut. Ia menekankan pentingnya pendataan komprehensif terhadap semua sarana dan prasarana pendidikan, mengingat luas dan beragamnya geografis Sumut.
“Banyak sarana pendidikan di daerah terpencil yang terabaikan. Pendataan yang baik akan memberikan peta jalan yang jelas tentang program prioritas yang harus dilakukan,” jelas Dosen Ilmu Politik FISIP UMSU tersebut.
Akhyar juga menekankan bahwa kerja kolaboratif antara pemerintah, lembaga pendidikan swasta, dan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci kesuksesan. Ia mendorong perguruan tinggi untuk terlibat aktif melalui program Kampus Merdeka Berdampak.
“Perguruan tinggi dan civitas akademika harus turun langsung memberikan kerja-kerja nyata untuk masyarakat dalam mewujudkan kesetaraan pendidikan,” pungkas Akhyar.
Dengan langkah-langkah strategis dan dukungan dari berbagai pihak, upaya Gubernur Bobby Nasution dalam mewujudkan kesetaraan pendidikan di Sumut diharapkan dapat membuahkan hasil yang konkret dan berkelanjutan. (Red)





