Tangis Kemanusiaan untuk Palestina, Rumah Zakat Medan Gelar Aksi Solidaritas

News511 Dilihat

MEDAN— Di bawah langit Kota Medan yang cerah, langkah-langkah kecil penuh harapan berkumpul di depan kantor Rumah Zakat, Jalan Setia Budi Medan

Pada Jumat (20/6/2025) pagi itu, bukan hanya suara yang menggema, tapi juga hati yang bicara.

Para amil Rumah Zakat Medan bersatu dalam sebuah aksi solidaritas untuk Palestina, membawa pesan kemanusiaan yang tak bisa lagi dibungkam jarak maupun waktu.

Dengan mengenakan atribut sederhana dan membawa spanduk bertuliskan #LoveForPalestina, mereka berdiri bukan hanya sebagai relawan lembaga, tapi sebagai manusia yang tak sanggup berpaling dari penderitaan rakyat Palestina.

BACA JUGA :  Warga Medan Sunggal Antusias Ikuti Edukasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat Bersama Jasa Raharja

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang kadang lupa, aksi ini menjadi seruan hati: “Kami peduli. Kami tidak diam.”

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial tapi bentuk kepedulian yang hidup dan lahir dari nurani serta rasa kemanusiaan.

Aksi ini menyuarakan harapan, membangunkan empati, dan menggugah siapa pun yang melintas untuk tidak menutup mata terhadap tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza dan Tepi Barat.

BACA JUGA :  Nota Kesepakatan KUA PPAS RAPBD 2024 Ditandatangani, Bobby Nasution: Bangun Pondasi Perekonomian Lebih Kuat

“Kita ingin menjaga agar masyarakat Indonesia tetap memiliki ikatan emosional dengan saudara-saudara kita di Palestina. Bukan sekadar wacana, tapi menjadi bagian dari perjuangan itu sendiri,” ungkap salah satu amil yang hadir.

Rumah Zakat tidak hanya dikenal sebagai lembaga yang menyalurkan bantuan, tetapi juga sebagai penjaga api solidaritas.

Aksi di Medan ini adalah bagian dari komitmen yang lebih besar—menyuarakan suara mereka yang dibungkam, dan menyampaikan pesan bahwa kemanusiaan adalah urusan bersama.

BACA JUGA :  Warga Miskin di Kelurahan Kwala Bekala Terabaikan, Belasan Tahun Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah

Dalam setiap langkah, setiap doa, dan setiap seruan yang digemakan hari itu, ada harapan: bahwa dunia akan kembali peka, dan bahwa luka Palestina adalah luka kita semua.

Lewat semangat #LoveForPalestina, Rumah Zakat mengajak masyarakat untuk terus peduli, beraksi, dan menjadi bagian dari perubahan.

Karena solidaritas bukan hanya tentang memberi tapi tentang hadir, merasakan, dan memperjuangkan. (Swisma)