Aktivis Perempuan Apresiasi Gubernur Bobby Bongkar ASN Terpapar Judol

Sumut741 Dilihat

MEDAN – Terungkapnya ribuan ASN dan non ASN Pemprov Sumut terpapar judi online merupakan kebijakan berani yang diambil Gubernur Bobby Nasution. Langkah Gubsu itu menegaskan bahwa Provinsi Sumut sebagai pilot project manajemen talenta ASN di Indonesia.

Informasi dihimpun, Kamis 13/11/2025, sedikitnya 1.038 ASN dan non ASN di lingkungan Pemprov Sumut yang terpapar praktik judi online (judol).

“Oleh karenanya bapak gubernur kembali menginstruksikan kami supaya dilakukan penelusuran serupa oleh PPATK terhadap seluruh rekening ASN dan pejabat kita. Hal ini dalam rangka perbaikan mental dan sumber daya manusia pada birokrasi Pemprov Sumut,” ujar Inspektur Pemprovsu, Sulaiman Harahap belum lama ini.

BACA JUGA :  Seleksi Calon Anggota KPID Sumut Periode 2026–2029 Resmi Dibuka

Menyikapi hal itu, Korps HMI Wati (KOHATI) Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumatera Utara menyampaikan apresiasi atas langkah tegas Gubernur Bobby Nasution yang berani membongkar praktik judi online di internal Pemprovsu.

Ketua KOHATI Badko HMI Sumut, Tutut Wijayanti, menilai kebijakan tersebut merupakan bentuk ketegasan moral dan keberanian politik yang patut dicontoh oleh para pemimpin daerah. Menurutnya, keputusan Gubernur Bobby menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi, integritas dan penegakan disiplin di internal lingkungan Pemprovsu.

“Perbaikan harus diawali dari kita. Dan Gubernur sudah melakukannya. Ini adalah contoh nyata kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada administrasi, tetapi juga pada pembentukan budaya kerja yang bersih dan beretika. Tak salah bila BKN memberi cap Sumut sebagai pilot project manejemen talenta ASN di Indonesia,” ujar Tutut Wijayanti dalam keterangan resminya, Rabu (12/11/2025).

BACA JUGA :  Optimis Raih WBK 2025, Kajati Sumut Motivasi Seluruh Jajaran Kejari Karo

Tutut menjelaskan, sikap tegas Gubernur Bobby juga memiliki makna penting dalam konteks pendidikan karakter dan moral generasi muda. Keberanian menegakkan nilai kebenaran, katanya, harus menjadi prinsip utama yang ditanamkan di tengah masyarakat, terutama bagi kalangan perempuan.

“Pemimpin sejati bukan hanya yang memimpin dengan jabatan, tetapi dengan keteladanan. Bagi perempuan, langkah ini menjadi inspirasi bahwa kekuatan moral dan integritas adalah fondasi utama dalam setiap bentuk kepemimpinan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Sekdaprov Sumut Di Pemusnahan 41,7 Kg Narkotika : Tidak Ada Ruang bagi Sindikat

Lebih lanjut, Tutut Wijayanti menyoroti pentingnya memperkuat pengawasan dan pembinaan ASN berbasis literasi digital dan etika kerja. Judi online, menurutnya, tidak hanya merusak moral individu, tetapi juga mencoreng citra birokrasi serta menurunkan kualitas pelayanan publik.

Dalam hal ini, KOHATI Sumut menegaskan komitmennya untuk turut berperan melalui pendidikan karakter, penyadaran etika digital dan kampanye integritas publik.

“Melalui ruang-ruang diskusi, advokasi, dan kaderisasi, KOHATI Sumut akan menjadi mitra kritis pemerintah dalam menegakkan nilai-nilai moral, kejujuran, dan profesionalitas di tengah era digital yang penuh godaan,” tutup Tutut Wijayanti. (Red)