Minta Es Krim, Dua Bocah Diduga Dibunuh Ayah Tiri

Sumut449 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN-

Tragis dan sadis perlakuan yang diterima dua bocah laki-laki hingga tewas yang diduga dilakukan ayah tirinya, Rah (30).

Diperoleh informasi di lapangan, Minggu (21/6/2020) kedua korban tersebut merupakan abang beradik yakni Ikhsan Fatahilah (10) dan Rafa Anggara (5).

Penemuan kedua sosok mayat bocah tersebut di lingkungan Sekolah Global Prima Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun membuat warga setempat geger.

Informasi diperoleh, jasad Ikhsan Fatahilah ditemukan di sudut bangunan Gedung Sekolah Global Prima dalam posisi terlentang dan bagian wajah memar.

BACA JUGA :  Jelang Mudik Lebaran, Gubsu Bobby Nasution Pastikan Batu Jomba Bisa Dilintasi

Korban diduga dibenturkan ke dinding tembok bangunan sekolah hingga meregang nyawa pada pukul 09.00 WIB.

Sedangkan mayat Rafa Anggara ditemukan dalam parit samping  gedung sekolah Global Prima dengan posisi terlentang dan ditutupi triplek serta karton pada pukul 10.00 WIB.

Sebelum ditemukan, pada Sabtu (20/6/2020) sekitar pukul 14.00 WIB, kedua korban mendatangi Rah yang bekerja di sekolah Global Prima sebagai kuli bangunan untuk meminta dibelikan es krim.

Pelaku pun saat itu menolak dengan mengatakan tidak ada duit. Akan tetapi kedua korban terus meminta, sehingga pelaku membawa kedua korban ke arah samping gedung bangunan sekolah.

BACA JUGA :  LIPPSU Desak KPK Usut Dugaan Korupsi Tender Peningkatan Jalan Batu Runding-Parmeraan di Paluta

Diduga, permintaan kedua korban membuat pelaku berang dan naik pitam sehingga tega menghabisi anak tirinya tersebut.

Sementara, ibu korban Fahtulazanah (30) yang merupakan istri kedua terduga pelaku merasa kehilangan anaknya karena tak kunjung pulang, pada Minggu (21/6/2020) pukul 07.00 WIB menanyakannya kepada Rah melalui telepon seluler.

Terduga pelaku menyuruh istrinya itu untuk mencari di sekolah Global Prima.

BACA JUGA :  Bobby Nasution Saksikan Langsung Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi dan Ekosistem Balap Berkelanjutan

Selanjutnya, ibu korban bersama adik dan neneknya pergi mencari kedua bocah malang tersebut.

Dia langsung tersentak histeris karena mendapati kedua bocah malang itu dalam kondisi meninggal dunia.

Penemuan itu dilaporkan ke Mapolsek Medan Kota hingga petugas melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).Jenazah kedua korban dibawa ke rumah sakit untuk divisum.

Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan menyatakan, bahwasanya pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait ditemukannya 2 bocah diduga korban pembunuhan tersebut. (Tanai)