Tak Senang Dimarahi, Anak Cangkul Ibu Hingga Tewas

Sumut177 Dilihat

Satuhati.co, Deliserdang – Hanya gara-gara tak senang dimarahi, seorang anak di Dusun II Desa Bangun Rejo Gang Selamat Kecamatan, Tanjung Morawa Kab. Deliserdang, tega mencangkul ibunya hingga tewas, Selasa (16/6/2020). Korban bernama Suparti (75). Peristiwa ini langsung menggerkan warga sekitar.

“Pelaku anak kandung korban berinisial HS (45),” ucap Kasatreskrim Polresta Deliserdang Kompol Muhammad Firdaus, Rabu (17/6/2020).

Pembunuhan ini terungkap berawal pada Selasa saat suami korban, Warso, pulang usai shalat dan berkunjung ke rumah keponakan kembali ke rumah dan melihat rumah dalam keadaan terkunci.

BACA JUGA :  Respons Cepat Bobby Nasution, Pastikan Bantuan Pascabencana Tepat Sasaran dan Tekankan Validitas Data di Tapteng

Warso mengetok pintu rumah mereka. Kemudian pelaku HS membuka pintu, saksi Warso memeriksa korban di dalam kamar tidur dan kamar mandi.

“Selanjutnya saksi Warso memeriksa ke dapur rumah yang dalam posisi gelap dan saksi Warso menyenter menggunakan senter mancis dan menemukan korban dalam keadaan telentang dan bersimbah darah,” sebut Kompol Firdaus.

BACA JUGA :  Gubsu Bobby Nasution Minta PKK Perkuat Program Pola Asuh Anak-Remaja dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Personel Satreskrim Polresta Deliserdang pun langsung turun ke TKP dan langsung berhasil mengamankan tersangka.

“Jadi hasil interogasi, setelah pelaku sampai di rumah selepas pulang dari sawah dan merasa capek. Korban memarahi pelaku dengan nada tinggi.

Pelaku tidak terima dimarahi korban dan akhirnya mengambil cangkul dan memukulkan ke kepala bagian dahi diatas mata dan belakang telinga sebelah kanan,” ungkap Kompol Firdaus.

BACA JUGA :  GS PT HKI Tegaskan Tidak Pernah Terima Material Ilegal untuk Proyek Tol Binjai – Langsa

Atas perbuatannya sebut Kompol Firdaus, pelaku yang merupakan anak kandung korban mengakui perbuatannya. Dan terancam pasal 338 KHUP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau seumur hidup.

“Adapun barang bukti turut diamankan satu buah cangkul dan satu buah centong nasi,” pungkas Firdaus. (ir)