Awak Media Dukung Kepolisian Tangkal Radikalisme dan Ajaran NII di Dunia Digital

News326 Dilihat

MEDAN – Dalam rangka upaya mencegah penyebaran paham radikal, khususnya ajaran Negara Islam Indonesia (NII), terus digalakkan berbagai pihak.

Salah satunya datang dari kalangan awak media di Kota Medan yang menyatakan komitmennya untuk mendukung kerja sama dengan Kepolisian, khususnya Dit-Intelkam Polda Sumut, dalam menangkal narasi radikal di dunia maya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Amrizal, pimpinan salah satu media online dalam kegiatan diskusi santai di Warkop Jurnalis, Jalan KH Agus Salim, Medan Polonia, pada Kamis (10/7/2025).

BACA JUGA :  Drama Adu Penalti! Maroko Singkirkan Belanda di Piala Dunia 2026

Ia menegaskan bahwa peran media sangat strategis dalam menciptakan ruang informasi yang sehat, toleran, dan mendukung situasi keamanan yang kondusif.

“Para awak media di Medan sangat koperatif terhadap kebijakan pemerintah, terutama dalam menangkal penyebaran paham radikal melalui media sosial. Kami siap mendukung penuh upaya Polri dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat,” ujar Amrizal.

Menurutnya, penyebaran paham radikal, termasuk ajaran NII, kini kian masif melalui platform digital seperti Facebook, Instagram, TikTok, YouTube, dan Telegram. Untuk itu, perlu sinergi lintas sektor agar ruang-ruang digital tidak dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang anti-Pancasila dan intoleran.

BACA JUGA :  Sekretaris Daerah Buka Pelatihan Statistik Sektoral Bagi PNS di Lingkungan Pemerintah Karo

Amrizal juga menekankan bahwa media berperan sebagai garda terdepan dalam menyebarkan narasi positif, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta menjadi alat pengawasan sosial terhadap konten-konten berbahaya.

“Media punya kekuatan untuk membentuk opini publik yang cerdas, toleran, dan cinta damai. Melalui kemitraan ini, langkah penindakan dan pencegahan bisa berjalan secara terstruktur dan efektif,” katanya.

BACA JUGA :  Taruna Ikrar Ingatkan Ancaman Silent Pandemic

Di akhir pernyataannya, para awak media Kota Medan menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan kepolisian dalam menciptakan suasana yang aman dan bebas dari pengaruh radikalisme.

“Kami menolak segala bentuk sikap intoleran dan ajaran radikal anti-Pancasila. Kemitraan antara media dan aparat menjadi kunci dalam menjaga keutuhan bangsa,” tegasnya. (Red)