Pasokan Menurun, Harga Bawang Merah di Medan Mahal

News433 Dilihat

Satuhati.co, Medan – Harga bawang merah bertahan mahal di pasar Kota Medan atau Rp40.000 per kg. Itu terjadi karena dampak pasokan rendah akibat pengetatan impor.

“Harga bawang memang masih mahal terus karena barangnya (bawang) tak banyak, ” ujar pedagang sayur mayur di Pasar Peringgan, Medan. “Pasokan bawang dari Sumut masih terbatas,” katanya.

Sementara pasokan dari Brebes dan impor juga tidak banyak akibat dampak COVID-19.

BACA JUGA :  12 Pengunjung KTV Digiring ke Polres Tanjung Balai, 7 Butir Ekstasi Disitai

“Harga bawang merah diduga masih tetap mahal karena virus corona belum berlalu yang membuat pasokan terganggu, ” katanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Dahler Lubis melalui Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Taufik Batubara menyebutkan, dinasnya sudah mengembangkan bibit bawang merah unggul di Sumut.

Pengembangan bibit bawang itu melalui kelompok tani di enam kabupaten/kota untuk memenuhi kebutuhan komoditas tersebut di Sumut.

BACA JUGA :  Bobby Nasution: Pembangunan yang Dilakukan Pemko Medan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Pengembangan bibit bawang di enam daerah itu masing – masing Kota Medan, Serdangbedagai, Deliserdang, Batubara, Simalungun, Karo dengan total 9 hektare.

“Produksi bawang merah Sumut memang belum bisa memenuhi kebutuhan Sumut sehingga Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura terus mengembangkan tanaman bawang.

Data BPS menunjukkan, luas tanaman bawang di 16 kabupaten/kota Sumut pada 2019 masih seluas 2.124 hektare dengan produksi 16.761 ton.

BACA JUGA :  Tingkatkan Ketertiban Berlalu Lintas, Jasa Raharja Pematang Siantar Kirim Pesan Keselamatan Lewat SMS Blast di Wilayah Dolok Sanggul

Sementara konsumsi bawang.merah Sumut sudah jauh di atas angka itu sehingga Pemprov Sumut terus berupaya mengembangkan bibit dan bawang untuk konsumsi. (*/ant)