Terancam Hilang Pekerjaan, Ribuan Sopir Truk Batubara Sesalkan Sikap Gubernur Jambi Tutup Akses Jalan

News678 Dilihat

JAMBI – Sikap Gubernur Jambi, Al Haris yang dinilai tidak memperdulikan nasib rakyatnya khusus para sopir truk batubara hingga saat ini masih menjadi polemik.

Bahkan, akibat sikap Gubernur Jambi yang hingga saat ini belum juga membuka akses jalan angkutan batubara membuat ribuan para sopir truk batubara terancam hilang pekerjaan.

Tidak hanya hilangnya pekerjaan, anak-anak para sopir angkutan batubara di Jambi juga terancam putus sekolah akibat sikap Gubernur Jambi, Al Haris yang hingga saat ini tidak juga membuka akses jalan angkutan batubara.

BACA JUGA :  Razia Malam Minggu, Polres Tanjung Balai Amankan 65 Slop Rokok Ilegal dan 35 Gram Sabu

“Saya sudah seminggu lebih tidak kerja, gara-gara itu untuk belanja sehari-hari terpaksa harus utang dulu. Belum lagi uang bulan sekolah anak yang belum saya bayar, ditambahkan lagi uang kontrakan rumah,” kata Supriadi (53) yang mengaku baru 1 tahun menjadi sopir pengangkut batubara.

Kepada wartawan, Supriadi mengatakan, jika permasalahan ini belum juga bisa diselesaikan oleh Gubernur Jambi, dirinya dan ribuan sopir lainnya akan terus melanjutkan aksi demo.

BACA JUGA :  Pantai Pasir Putih Desa Parparean II Kabupaten Toba Ramai Wisatawan Pada H+ 3 Tahun Baru 2023

“Jika permasalahan ini tidak selesai, kami akan terus melakukan aksi. Bila perlu kami akan melakukan aksi ke kantor Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian PUPR Pusat atau ke istana langsung,” ungkapnya.

Menurutnya, Gubernur Jambi, Al Haris diduga senang melihat masyarakat Jambi, khususnya yang bekerja sebagai sopir kehilangan pekerjaan atau pengangguran.

“Kami ikhlas jika memang Gubernur Jambi senang melihat kami yang para sopir ini sengsara dan kehilangan pekerjaan, asalkan perkataan itu keluar langsung dari mulutnya sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA :  Relawan Anies Baswedan di Deliserdang Siap Rebut Kepercayaan Masyarakat

Untuk itu, Supriadi yang didampingi beberapa sopir lainnya berharap agar permasalahan pembukaan jalan umum untuk pengangkut batubara segera bisa diselesaikan. (Red)