2 Jambret Tersungkur Ditabrak Korbannya

Sumut236 Dilihat

Satuhati.co | TEMBUNG – Dua pelaku jambret tersungkur setelah ditabrak korbannya di Pasar 5 Tembung, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Minggu (5/7/2020).

Kepala Lingkungan Jalan Pasar V Tembung, Toyib mengatakan kejadian baru diketahuinya setelah ada laporan warga bahwasannya dua pelaku jambret sudah diamankan warga. Dan ia langsung menuju lokasi yang dimaksud.

“Saya diberitahu warga katanya ada pelaku jambret diamankan warga, seketika itu saya langsung ke lokasi dan benar saya lihat warga sudah ramai berkerumun mengamankan kedua pelaku,” katanya, Senin (6/7/2020).

BACA JUGA :  Wagub Sumut Paparkan Kondisi Terkini Daerah Terdampak Bencana kepada Komisi VIII DPR RI

Lanjut Toyib mengatakan peristiwa jambret tersebut bermula dari kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor menjambret HP korban yang seorang wanita di Jalan Halat persisnya disekitaran depan kuburan.

“Dia jambret di daerah Halat dan terjadi pengejaran antara korban dengan pelaku. Pengakuan korban, dirinya sempat kehilangan jejak pelaku namun ketika di sekitar jalan Denai korban melihat pelaku kemudian mengejarnya kembali,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Dukung MBG, Bupati Madina Minta Kepala Desa Kelola Lahan Tidur

Sambung Toyib menjelaskan, sesampainya di Jalan Pasar V korban memacu kendaraan maticnya dengan kencang dan berhasil menabrak pelaku, hal ini membuat kedua pelaku terjatuh.

“Melihat kejadian tersebut warga sekitar dengan spontanitas langsung mengamankan kedua pelaku dan keadaan semakin lama semakin ramai, ya akhirnya dipukul massa,” jelasnya.

Tak lama kemudian kata Toyib, Keluarga pelakupun tiba di lokasi dan mengatakan bahwa ia adalah keluargamya, begitu juga dengan keluarga korban, kemudian kedua pelaku beserta korban dibawa ke kantor Desa Tembung selanjutnya dibawa pihak kepolisian Polsek Percut Sei Tuan.

BACA JUGA :  Pencuri Honda Beat Boru Sinaga Ditangkap

“Setelah dibawa saya ngak tahu lagi gimana ceritanya, kalau untuk nama saya tidak tanya tapi kalau untuk alamat pelaku katanya orang tirtosari dan korbannya adalah orang Bromo,” pungkasnya. (*/ok)