Panjaitan & Pakpahan Duel, 1 Tewas Ditikam

Sumut375 Dilihat

Satuhati.co | SIMALUNGUN – Dua pria yang masih tinggal satu desa, bertikai hingga berujung duel maut di Huta Bandar Mariah, Nagori Bandar Sauhur, Kecamatan Purba, Simalungun, Rabu (1/7/2020).

Plores Panjaitan (36) akhirnya tewas lantaran mengisengi tetangga satu desanya, Hermanto Pakpahan (35).

Peristiwa itu terjadi di Jalan Umum menuju Gereja GKPS, Huta Bandar Mariah, Nagori Bandar Sauhur, sekira jam 16. 45 Wib.

Saat itu, Hermanto baru saja tiba di desanya, sepulang minum tuak dari Saribu Dolok. Namun, begitu melintas di depan Plores, Hermanto mendengar ejekan yang mengatakan dirinya sudah mabuk.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Tebing Tinggi Gelar Safety Campaign di SMA Juanda

“Setelah itu, pelaku mendatangi korban dan akhirnya terjadi cekcok mulut. Korban memukul pelaku menggunakan sepotong kayu bulat,” kata Kapolres Simalungun melalui Kasubbag Humas AKP Lukman Hakim Sembiring.

Tak terima dengan perbuatan Plores, Hermanto langsung pulang ke rumahnya. Dari rumah ia mengambil pisau dan kembali menemui Plores.

“Keduanya terlibat perkelahian dan pada saat itu pelaku berhasil menikamkan pisau yang dipegangnya ke ulu hati korban,” jelasnya.

BACA JUGA :  Saksi Terjangkit Covid 19, Sidang Kasus Pembobol Top Up Bank BRI Ditunda

Kena tikaman, Plores sempat berlari menuju arah rumahnya. Namun, sebelum sampai ke rumah, pria itu kemudian berbalik arah lagi ke jalan lalu terjatuh dengan posisi terlentang, kaki tertekuk ke belakang.

“Pelaku sempat lari setelah kejadian, namun akhirnya dapat ditangkap polisi bersama masyarakat,” katanya.

Saat ini Hermanto diamankan di Mapolsek Purba dan peristiwa itu telah dilaporkan secara resmi oleh Pangulu Bandar Sauhur Jekson Purba (35) secara resmi, sesuai Laporan Polisi nomor: LP/10/VII/2020/SU/SIMAL/ SEK-PURBA, pada Rabu (01/7/2020) sekura pukul 17.30 Wib.

BACA JUGA :  Kapolrestabes Medan Hadiri Parade dan Gebyar Kebaya 2022 Goes to Unesco

Polisi juga mengamankan barang bukti, sebatang kayu sepanjang lebih kurang 30 cm, kaos singlet warna putih dan celana panjang berlumuran darah. Polisi masih mencari sebilah pisau yang digunakan untuk menikam korban. (*/ok)