TPL Tetap Komit Jaga Tanaman dan Sumber Air Masyarakat

Rileks, Sumut558 Dilihat

Simalungun – PT Toba Pulp Lestari (TPL) berkomitmen untuk menjalankan operasional perusahaan secara berkelanjutan dengan menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.

Manager Corporate Communication (Corpcom) TPL Salomo Sitohang, Kamis (13/2) menegaskan, TPL memiliki tanggung jawab untuk melindungi sumber air di dalam konsesi perusahaan agar keberlanjutan ekosistem tetap terjaga, patuh terhadap regulasi dan standar lingkungan.

Satu lokasi sebutnya, di konsesi areal operasional Sektor Aek Nauli Kabupaten Simalungun di Dusun Dolok Parmonangan Nagori Pondok Buluh, Kecamatan Dolok Panribuan.

BACA JUGA :  Pencapaian Produksi Tanaman Pangan 2024 di Paparkan

Khusus di areal konsesi TPL di kawasan Dusun Parmonangan ini, kira-kira dua hektare lahan palawija masyarakat meliputi tanaman jagung, nenas, cabai, dan bawang masih terjaga dan tidak ada kerusakan.

Untuk tanaman ini perusahaan memberikan waktu satu kali panen kepada masyarakat, sebelum akhirnya wilayah tersebut akan dijadikan Hutan Tanaman Industri Eucalyptus.

BACA JUGA :  Bobby Nasution Dukung Program BPN Lakukan Penataan Lahan di Sumut

Selain sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan, TPL juga telah menerapkan langkah-langkah untuk memastikan sumber air tetap terjaga.

Perlindungan kawasan sumber air dengan tidak ada aktivitas pemanenan, atau pembukaan lahan di lokasi sumber air dan menetapkan zona lindung, di sekitar sumber air untuk memastikan kelestarian.

Untuk diketahui, TPL saat ini menjalankan aktivitas operasional berupa pemanenan dan penanaman di seluruh areal konsesi perusahaan.

BACA JUGA :  Gubernur Sumut Bobby Nasution Ucapkan Terima Kasih kepada Stafsus Presiden Atas Bantuan Rp5 M untuk Korban Banjir dan Longsor

Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan Rencana Kerja Umum dan Rencana Kerja Tahunan yang telah disetujui pemerintah, guna memastikan pasokan bahan baku pabrik tetap terpenuhi.

Namun, disayangkan sekelompok orang yang mengatasnamakan masyarakat adat kembali memasuki kawasan konsesi TPL Sektor Aek Nauli, Kabupaten Simalungun.

Kedatangan belasan orang ini bertujuan menghentikan aktivitas operasional dengan menerobos masuk, berteriak secara provokatif. (red)