Skandal Korupsi Pertamina Rp968,5 Triliun, GP Al Washliyah Minta Tersangka Bersuara Ungkap Aktor Intelektual

Hukum527 Dilihat

JAKARTA – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Al Washliyah mendukung para tersangka untuk bersuara mengungkap aktor intelektual pada kasus mega korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina yang merugikan negara Rp968,5 triliun.

“Para tersangka jangaan takut, bongkar dan sebutkan saja semua pelakunya dan aktor intelektualnya,” ucap ketua umum GP Al Washliyah Aminullah Siagian di Jakarta, Selasa (4/3/2025).

BACA JUGA :  PT Pegadaian Cabang Tanjung Pura MoU Dengan Kejaksaan Negeri Langkat

Menurut Aminullah, kasus ini harus dibuka dengan terang benderang tanpa ada unsur kepentingan apa pun. Ia menduga konspirasi jahat ini masih menyembunyikan tanda tanya besar,

“Harapanya 9 orang tersangka ini bersuara dan harus berani mengungkap dalang dibalik korupsi Pertamina yang telah merugikan negara dan masyarakat Indonesia,” cetusnya.

Selain itu, Amin meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) RI untuk tegak lurus dalam penekan hukum serta menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto pencegahan dan pemberantasan korupsi.

BACA JUGA :  Pengurus Gapoktan Bukit Mas Dipolisikan ke Polda Sumut, Diduga Catut Identitas Warga

Aminullah meyakini masih banyak lagi para mafia Pertamina yang masih bebas berkeliaran. “Pastinya kasus ini kasus terkorup sepanjang sejarah, tidak menutup kemungkinan ada pemain besar terindikasi keterlibatan orang-orang yang memiliki wewenang dan jabatan dalam mengelola BUMN ini,” tutur Aminullah.

Pasalnya, pertemuan Erick Thohir dengan Kejagung dan rapat hingga larut malam di saat pengembangan kasus korupsi Pertamina, telah menimbulkan kecurigaan publik.

BACA JUGA :  RCW Surati Presiden Prabowo, Bongkar Dugaan Korupsi dan Barang Palsu Di PT Inalum

“Publik menduga jangan-jangan ada keterlibatan Erick Thohir dengan skandal kasus mega korupsi Pertamina. Periksa Boy Thohir dan Menteri BUMN, yang disinyalir mengetahui dan melakukan pembiaran di skandal korupsi Pertamina senilai Rp968,5 triliun,” tukas Aminullah. (Red)