Bila Tidak Ditindak, Warga Ancam Geruduk Lokasi Judi Milik Asun dan Kamat di Simpang Bakaran Batu

News329 Dilihat

LUBUK PAKAM – Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Raphael didesak segera menutup lokasi judi di kawasan perbatasan Simpang Bakaran Batu, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.

Desakan ini disampaikan warga sekitar yang resah dengan maraknya lokasi-lokasi judi berupa mesin slot resmi dan mesin tembak ikan.

Warga menyoroti tiga lokasi judi di ruko sekitaran Jalan Perbatasan Simpang Bakaran Batu Lubuk Pakam, Kab Deli Serdang.

BACA JUGA :  Saat Diskusi di Medan, Dedi Iskandar Harapkan Masukan untuk RUU soal Pelestarian Budaya Kerajaan Nusantara

“Tiga ruko di situ sudah jadi lokasi judi bang. Rame kali pemainnya. Inilah yang bikin cemas, makin rame pulak nanti tindak kejahatan karena kalah berjudi,” ucap Joni, warga sekitar.

Pria berkulit terang ini menyebut, tiga ruko yang dijadikan lokasi judi itu, sudah berbulan-bulan beroperasi, tapi belum ada tindakan dari penegak hukum. Sehari, masing-masing lokasi itu ditaksir meraup untung ratusan juta rupiah.

BACA JUGA :  Jangan Lewatkan, Jepang Vs Indonesia Sore Nanti: Disiarkan Langsung di TV Ini!

“Tolong pak, digerebek, ditutup lokasinya. Tangkap para bandarnya, yang telah menyengsarakan warga,” tegasnya.

Warga mengancam akan segera menutup paksa lokasi apabila polisi tidak mau bertindak.

“Kalau polisi tidak mau bergerak, kami yang akan bergerak ke lokasi bersama emak-emak dan warga sekitar,” ucap warga lainnya menimpali.

Sementara itu, dari penelusuran wartawan, lokasi judi tersebut disebut-sebut milik dua mafia besar di kawasan tersebut. Keduanya biasa dipanggil yang Asun dan Kamat.

BACA JUGA :  Terpilih dalam Musyawarah PSSSI&B Kota Medan, Ir Agio Simanjuntak Dilantik jadi Ketua Umum

Saat lokasi didatangi, salah seorang pekerja justru mengarahkan agar menghubungi RZ, oknum wartawan yang disebutnya sebagai humas dan pengaman dari lokasi-lokasi itu. (Red)