Disdik Langkat rehab beberapa sekolah

News, Sumut363 Dilihat

Langkat – Komitmen Pemerintah Kabupaten Langkat dalam memberikan pelayanan pendidkan kepada generasi penerus bangsa, terus digalakkan, diantaranya dengan melalukan rehab terhadap beberapa sekolah yang ada di wilayah Langkat Hulu.

Hal itu disampaikan Kadis Pendidikan Langkat Syaipul Abdi, kepada Antara, di Stabat, Rabu.

Salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Langkat tersebut, memenuhi ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan sebagai skala prioritas pembangunan sumber daya manusia di Langkat.

BACA JUGA :  Puluhan Saksi Diperiksa Kejari Langkat Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Smartboard

Seperti halnya dengan SDN 0574627 Adin Tengah, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, akan mendapatkan rehab bangunan dan mobiler untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Syaiful Abdi menjelaskan, pihaknya tengah mempersiapkan rehab bangunan untuk sekolah tersebut dengan anggaran P-APBD Langkat 2024 sebesar Rp150 juta.

“Ya ini kita tengah persiapkan perehaban ruang kelasnya termasuk mobiler dengan anggaran Rp150 juta,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Pariwisata Sumut Bergeliat, 360 Ribu Wisatawan Padati Destinasi Saat Lebaran

Syaiful menambahkan, untuk SDN 056427 itu, tercatat rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang.

“Semua sudah dipersiapkan, tinggal menunggu waktu pengerjaannya saja. Karena faktor cuaca yang sering hujan, sehingga belum bisa dilaksanakan perehabannya, demikian juga mobiler masih dalam pengerjaan,” terangnya.

Syaiful Abdi juga membantah, bila Pemerintah Labupaten Langkat abai terhadap kondisi sekolah yang ada di Kabupaten Langkat.

BACA JUGA :  Keluarga Korban & Warga Apresiasi Tekab Polsek Patumbak, Tangkap Pelaku Pembunuhan Wanita Dalam Karung Goni

“Kami terus memantau seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Langkat, jadi Pemkab Langkat tak pernah abai dengan kondisi sekolah-sekolah tersebut,” tegasnya dikutip dari Antara

Seperti diketahui, SDN ini memiliki pelajar sekitar 60 orang, dengan jumlah guru PNS yang sangat minim sekitar 2 orang dan guru honorer empat orang. (red/ant)