Listrik Padam di Malam Takbiran, Warga Patumbak Curigai Tambang Bitcoin Ilegal

News270 Dilihat

MEDAN Arus listrik selalu terganggu hidup mati di Kecamatan Patumbak Desa Patumbak I, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, memicu keresahan warga.

Ironisnya, gangguan arus listrik ini kembali terjadi saat takbiran Idul Adha , Kamis (5/6/2025) hingga menimbulkan spekulasi adanya aktivitas tambang Bitcoin ilegal di wilayah tersebut.

Dalam satu tahun terakhir, gangguan listrik seakan menjadi hal biasa di kawasan Kecamatan Patumbak Desa Patumbak I. Warga menyebut PLN Unit Rayon Deli Tua tidak menunjukkan itikad serius untuk menyelesaikan permasalahan ini.

BACA JUGA :  Penulisan Berita dan Pengelolaan PPID Tingkatkan Akuntabilitas Kemenag

“Sudah tiga kali arus listrik hidup padam dalam malam ini,” kata seorang warga yang enggan namanya disebutkan. Ia mengungkapkan rasa frustrasi atas seringnya gangguan listrik yang merusak peralatan elektronik dan mengganggu aktivitas ibadah masyarakat.

Warga mendesak pihak kepolisian dan PLN Wilayah Sumatera Utara untuk turun tangan menyelidiki penyebab seringnya arus listrik terganggu. Mereka mencurigai adanya kegiatan tambang Bitcoin ilegal yang menguras daya listrik secara masif dan tidak terdaftar.

BACA JUGA :  Ajak Masyarakat Sukseskan PON 2024, Bobby Nasution Singgung Sumut Bermartabat

“Ini sudah merugikan rakyat, bahkan negara. Tugas aparat hukum menyelidiki, bukan rakyat,” tegas warga lainnya yang juga meminta identitasnya dirahasiakan.

Pengamat sosial dan hukum, Reza Fahlevi, SH., MH., juga angkat bicara terkait keresahan warga. Ia menekankan pentingnya penyelidikan menyeluruh atas dugaan tambang Bitcoin yang bisa saja dijalankan oleh pengusaha nakal di berbagai kecamatan.

BACA JUGA :  Kemenag Umumkan Calon PPPK Paruh Waktu 2024, Ini Daftarnya

“Jika ada dugaan keterlibatan oknum PLN dalam jaringan ternak Bitcoin, maka hal itu harus diusut tuntas oleh aparat penegak hukum,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, Manager Komunikasi & TJSL UID PLN Sumut, Surya Sahputra Sitepu saat konfirmasi hingga berita diturunkan belum memberi jawaban. (RED)