Pencapaian Produksi Tanaman Pangan 2024 di Paparkan

News, Sumut527 Dilihat

Tapanuli Utara – Pj Bupati Tapanuli Utara, Dimposma Sihombing memaparkan pencapaian produksi tanaman pangan yang merujuk pada sumber data Taput dalam angka 2024, di mana daerah itu mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,50 persen dari kondisi sebelumnya.

“Di tahun 2024, Taput mengalami surplus beras sebesar 86.698, 86 ton, surplus bawang merah 1.470, 06 ton, serta surplus cabai merah sebesar 7.039, 50 ton,” terangnya, dalam keterangan tertulis diterima Antara di Tarutung, Rabu (22/1).

Hal tersebut diuraikan bersama poin pencapaian produksi tanaman pangan yang meliputi tanaman padi sawah, jagung, dan kacang tanah juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

BACA JUGA :  80% Pegawai Milenial, Jasa Raharja Gandeng BRI Gelar Literasi Keuangan: Frugal Living untuk Hidup Sehat, Berdaya, dan Berintegritas

Selain itu, Taput juga mengalami pencapaian produksi holtikultura, dan perkebunan yang menunjukkan angka kenaikan.

Hal tersebut dipaparkan Pj Bupati Dimposma Sihombing saat menghadiri Rakor Bidang Pangan Sumatera Utara dalam mendukung program swasembada pangan yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, semalam.

BACA JUGA :  KORSA: Jangan Hakimi Ditjen PAS dengan Asumsi, Pengadaan Pengamanan Lapas Dinilai Telah Sesuai Standar dan Regulasi

Rapat tersebut juga dihadiri oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wamendagri Bima Arya, Wamentan Sudaryono, Perwakilan Kementerian terkait, Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni, Forkopimda Sumut, kepala daerah se-Sumatera Utara, serta BUMN dan BUMD.

Zulkifli Hasan dalam arahannya menekankan pentingnya mewujudkan swasembada pangan sesuai visi Presiden.

“Reformasi selama hampir 29 tahun tidak memberikan tambahan signifikan pada sektor pangan seperti pabrik pupuk atau irigasi baru. Ini menjadi catatan penting bagi kita.

Ia juga menyampaikan bahwa target tahun 2025 adalah menghentikan impor beras dan jagung. “Kami telah menghitung kebutuhan dan alhamdulillah tercukupi. Dukungan kepala daerah yang sejalan dengan visi ini akan mempermudah realisasinya.

BACA JUGA :  PSI Medan Alarm! Proyek BRT Mebidang Rp1,9 T Bisa Bikin APBD Jebol? Ini Hitungan Kritisnya

Zulkifli Hasan juga mengingatkan pentingnya kehadiran kepala daerah di tengah masyarakat.

“Jika kepala daerah hadir langsung menangani permasalahan, semua persoalan dapat diselesaikan,” tegasnya dikutip dari Antara.

Dengan harapan dan komitmen yang kuat dari para pemimpin daerah, Sumatera Utara diharapkan mampu menjadi motor penggerak swasembada pangan nasional (red/ant)