Sosialisasi Wasbang di Medan Perjuangan, Zulkarnaen Janji Perjuangkan Ruang Bermain Anak

News, Politik27 Dilihat

MEDAN – Wakil Ketua DPRD Kota Medan H. Zulkarnaen memanfaatkan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) sebagai forum dialog bersama masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, berbagai aspirasi mengemuka, mulai dari kebutuhan ruang publik ramah anak, persoalan banjir, lampu jalan, hingga kekhawatiran warga terhadap degradasi moral generasi muda.

Kegiatan bertema “Pancasila sebagai Sumber Nilai, Moral, dan Etika Publik” itu digelar di Jalan Permai, Kelurahan Sidorame Timur, Kecamatan Medan Perjuangan, Sabtu (8/8/2026). Acara dihadiri Camat Medan Perjuangan Ika H. Tarigan, Lurah Sidorame Timur Donny Efiansyah, tokoh pendidikan Ahmad Jaenuri, serta ratusan warga.

Warga Sampaikan Beragam Persoalan Lingkungan

Dalam sambutannya, Camat Medan Perjuangan Ika H. Tarigan mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri dalam program Perlindungan Sosial (Parlinsos). Menurutnya, pendataan tersebut penting agar warga mengetahui status kelayakan untuk memperoleh berbagai bantuan pemerintah.

Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing. Sejumlah warga mengeluhkan banjir, parit yang tersumbat, bantuan sosial, hingga lampu penerangan jalan umum yang tidak berfungsi.

Zulkarnaen Apresiasi Antusiasme Peserta

Zulkarnaen mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat, khususnya para peserta lanjut usia yang aktif mengikuti diskusi dan mampu menjawab berbagai pertanyaan mengenai sejarah perjuangan bangsa.

BACA JUGA :  OJK Minta Kementerian Kominfo Blokir 434 Pinjol Ilegal

Menurutnya, kegiatan Wasbang bukan sekadar sosialisasi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi, persatuan, dan rasa kebangsaan di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kita tidak hanya belajar tentang Pancasila, tetapi juga mempererat persatuan dan kebersamaan,” ujarnya.

Dalam sesi interaktif, peserta berhasil menjawab pertanyaan mengenai Fatmawati sebagai penjahit Bendera Merah Putih, W.R. Soepratman sebagai pencipta lagu Indonesia Raya, serta Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai pembaca dan pendamping Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Pancasila Harus Menjadi Pedoman Etika Publik

Dalam pemaparannya, Zulkarnaen menegaskan bahwa Pancasila memiliki peran strategis sebagai dasar negara, ideologi bangsa, sekaligus sumber nilai moral dan etika publik.

Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, termasuk dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

“Pancasila mengandung nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Nilai-nilai itu tidak boleh berhenti sebagai konsep, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Menurut Zulkarnaen, nilai-nilai tersebut sebenarnya telah lama hidup dalam tradisi, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Karena itu, penguatan Pancasila menjadi penting agar bangsa tidak kehilangan jati diri di tengah perubahan zaman.

Guru Keluhkan Perubahan Perilaku Anak

Salah satu aspirasi yang mendapat perhatian khusus datang dari Umi Suminar, seorang guru taman kanak-kanak yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia pendidikan.

BACA JUGA :  Bupati Samosir Resmikan Kantor Desa Perbalohan

Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap perubahan perilaku anak-anak, terutama dalam hal sopan santun dan interaksi dengan guru.

“Perubahan itu sangat terasa. Anak-anak sekarang tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Ini menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan dan keluarga,” ujarnya.

Umi juga menyoroti semakin minimnya ruang terbuka untuk bermain, terutama lapangan olahraga dan ruang publik yang aman bagi anak-anak.

Menurutnya, banyak anak lebih memilih bermain sepak bola dibandingkan menggunakan telepon seluler apabila tersedia fasilitas yang memadai.

“Kalau bisa setiap kelurahan memiliki lapangan atau ruang bermain anak. Jangan sampai anak-anak kehilangan tempat bermain dan akhirnya menghabiskan waktu hanya dengan gawai,” katanya.

Warga Minta Pendidikan Moral Pancasila Diperkuat

Aspirasi serupa disampaikan Tetty Hasibuan, warga Jalan Permai, yang menilai pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila semakin menurun.

Ia mempertanyakan kemungkinan penguatan kembali pendidikan moral Pancasila di sekolah, mengingat dahulu terdapat mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan Penataran P4.

“Nilai-nilai Pancasila sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak. Saya berharap pendidikan moral dapat kembali diperkuat,” ujarnya.

BACA JUGA :  DPRD Langkat Sahkan APBD dan 4 Ranperda Inisiatif

Aspirasi Akan Dibawa ke DPRD dan Pemko Medan

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Zulkarnaen mengatakan persoalan ruang publik ramah anak dan penguatan moral generasi muda menjadi perhatian serius.

Ia menilai perkembangan teknologi memang membawa banyak manfaat, tetapi juga menimbulkan tantangan terhadap pola interaksi sosial anak-anak.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat kembali diperkuat di tengah perkembangan zaman,” katanya.

Terkait usulan pembangunan ruang bermain anak, Zulkarnaen berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Pemerintah Kota Medan.

Menurutnya, setiap kelurahan idealnya memiliki ruang publik yang layak, aman, dan ramah anak sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang generasi muda.

“Insyaallah aspirasi ini akan kami perjuangkan. Ruang publik dan fasilitas bermain anak harus menjadi bagian dari pembangunan di Kota Medan,” ujarnya.

Ia juga menyatakan akan mengkaji kemungkinan penguatan pendidikan moral Pancasila sesuai kewenangan pemerintah daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Aspirasi masyarakat ini sangat baik. Kami akan membawanya ke pembahasan di DPRD Kota Medan agar dapat dicarikan solusi yang tepat, terutama untuk memperkuat karakter dan nilai moral generasi muda,” pungkas Zulkarnaen. (Red)