Tak Ada Tempat Aman di Gaza Bagi Warga Palestina

News86 Dilihat

Gaza – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut tak ada tempat aman di Gaza bagi warga Palestina, gegara gempuran Israel sejak Senin (4/12/2023) atau setelah gencatan senjata berakhir.

Melansir CNNIndonesia.com, juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, menilai “tak ada tempat aman” bagi warga Palestina untuk mengungsi.

Militer Israel mengusir warga dari utara karena akan memperluas operasi di Gaza selatan.

BACA JUGA :  GM PENA Minta Evaluasi Profesional Tanpa Penghakiman dalam Kasus Ambruknya Tanggul Dalu Dalu

Wilayah selatan padahal menjadi tujuan warga Gaza utara saat Israel mengusir mereka pada November lalu. Kini, kondisi Gaza utara hancur lebur.

Sejumlah pengamat bahkan ragu tempat itu bisa dihuni kembali oleh masyarakat.

Dujarric juga mengatakan PBB “sangat khawatir”dengan pertempuran terbaru Israel dan Hamas usai gencatan senjata berakhir.

Israel dan Hamas sempat sepakat gencatan senjata selama empat hari yang dimulai pada 24 November. Kesepakatan ini kemudian diperpanjang beberapa kali hingga berakhir pada 30 November.

BACA JUGA :  Wujudkan Suka Cita Lebaran, Ribuan Peserta Mudik Gratis PTPN IV PalmCo Resmi Diberangkatkan Serentak

Usai berakhir, Israel langsung menggempur besar-besaran Gaza di utara dan selatan.

Dujarric mengimbau agar Israel menghindari tindakan berlebih di Gaza, tanpa menyebut hentikan agresi mereka.

“PBB terus menghimbau ke Pasukan Israel untuk menghindari tindakan lebih lanjut yang akan memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah sangat buruk di Gaza,” kata dia, dikutip Middle East Eye.

BACA JUGA :  Tragis! RS Indonesia di Gaza Pakai Minyak Goreng Jadi BBM untuk Beroperasi

PBB, kata dia, juga khawatir dengan kekerasan yang meningkat di Tepi Barat.

Israel melancarkan agresi sejak 7 Oktober. Selama operasi, mereka menyerang warga dan objek sipil. Hingga kini, total korban imbas serangan Israel mencapai 16.000 jiwa.