Tak Percaya Pemkab Madina, Korban Lumpur Panas Roburan Dolok Minta Presiden Turun Tangan

News233 Dilihat

MADINA – Lebih dari 10 titik semburan lumpur panas bumi muncul di Desa Roburan Dolok kecamatan Panyabungan Selatan kabupaten Mandailing Natal ( Madina) sejak beberapa bulan ini.

Kemunculan semburan Lumpur panas tersebut memicu kekhawatiran dan kecemasan, apalagi lokasi titik semburan tidak jauh dari perkampungan.

Bukan hanya itu ada juga ketakutan bila ternyata muncul zat beracun dari semburan lumour panas tersebut. “Kalau ini beracun, mati kami semua disini,” tandas Fauzi.

Karena itu, Warga Desa Roburan Dolok sekaligus pemilik lahan terpapar semburan lumpur panas yang ditemui di lokasi meminta agar Presiden Prabowo Subianto turun tangan mengatasi masalah tersebut.

BACA JUGA :  Sidang di PTUN, Saksi Ahli Sebut Penunjukan Plt Bupati Palas Oleh Gubsu Tidak Sah & TSO Bisa Langsung Ngantor. Razman: Sepuluh Hari Kedepan Kami Akan Antar Bapak TSO Untuk Kembali Aktif Sebagai Bupati Palas

“Kami tidak yakin dengan Pemda Madina, kami ingin Presiden yang menyelesaikan permasalahan tersebut, bila perlu turun langsung lihat kesini, kalau Pemkab Madian apa itu, gak jelas itu,” tegas Ahmad Fauzi Lubis kepada sejumlah wartawan saat melakukan investigasi di desa Roburan Dolok,Sabtu (26/4/2025)

Dalam kesempatan tersebut Fauzi secara tegas menyatakan, kemunculan semburan lumpur panas di beberapa titik secara serentak akibat dari pembukaan sumur baru panas bumi yang diduga dilakukan PT. SMGP.

BACA JUGA :  PH: Tuntutan JPU Tak Berdasarkan Fakta Yuridis, Putra Martono Minta Dibebaskan

“Memang ada beberapa titik sebelumnya, namun hanya percikan kecil bahkan tidak terlalu panas dan dapat digunakan warga masyarakat untuk mandi, namun sekitar 1 hingga 2 buan ini muncul semburan besar, panas di beberapa lahan warga ini,” tegas Fauzi.

Kemunculan titik semburan menurut Fauzi tergolong serentak, dan hal tersebut sangat berbahaya dan mengancam kelangsungan hidup warga di daerah tersebut.

BACA JUGA :  Wujudkan Generasi Emas 2045, SGM Eksplor Salurkan Dukungan Akses Nutrisi di 8 Kabupaten/Kota 

Pernyataan Fauzi tersebut juga sekaligus mematahkan pernyataan Kadis DLH Madina Chairul Nasution kemarin yang mengklaim semburan tersebut sudah sejak lama.

Menurut Fauzi, sejak munculnya semuran lumpur panas, seluruh aktifitas perkebunan dan persawahan warga berenti total. “Kami gak tau lagi bang bagaimana mencari nafkah, pohon karet sudah lkering bahkan sudah banyak yang mati, karena itu tolong pak Prabowo turunlah kesini, lihat kondisi kami, kalau Pemda Madina kami tak percaya”, pungkasnya. (AFS)