Terancam Hilang Pekerjaan, Ribuan Sopir Truk Batubara Sesalkan Sikap Gubernur Jambi Tutup Akses Jalan

News327 Dilihat

JAMBI – Sikap Gubernur Jambi, Al Haris yang dinilai tidak memperdulikan nasib rakyatnya khusus para sopir truk batubara hingga saat ini masih menjadi polemik.

Bahkan, akibat sikap Gubernur Jambi yang hingga saat ini belum juga membuka akses jalan angkutan batubara membuat ribuan para sopir truk batubara terancam hilang pekerjaan.

Tidak hanya hilangnya pekerjaan, anak-anak para sopir angkutan batubara di Jambi juga terancam putus sekolah akibat sikap Gubernur Jambi, Al Haris yang hingga saat ini tidak juga membuka akses jalan angkutan batubara.

BACA JUGA :  KMP Julaga Tamba 01 Beroperasi, Setiap Penumpang Resmi Berada dalam Jaminan Perlindungan Jasa Raharja

“Saya sudah seminggu lebih tidak kerja, gara-gara itu untuk belanja sehari-hari terpaksa harus utang dulu. Belum lagi uang bulan sekolah anak yang belum saya bayar, ditambahkan lagi uang kontrakan rumah,” kata Supriadi (53) yang mengaku baru 1 tahun menjadi sopir pengangkut batubara.

Kepada wartawan, Supriadi mengatakan, jika permasalahan ini belum juga bisa diselesaikan oleh Gubernur Jambi, dirinya dan ribuan sopir lainnya akan terus melanjutkan aksi demo.

BACA JUGA :  JPU Ungkap Dugaan Monopoli dan Penggelembungan Harga dalam Pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek

“Jika permasalahan ini tidak selesai, kami akan terus melakukan aksi. Bila perlu kami akan melakukan aksi ke kantor Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian PUPR Pusat atau ke istana langsung,” ungkapnya.

Menurutnya, Gubernur Jambi, Al Haris diduga senang melihat masyarakat Jambi, khususnya yang bekerja sebagai sopir kehilangan pekerjaan atau pengangguran.

“Kami ikhlas jika memang Gubernur Jambi senang melihat kami yang para sopir ini sengsara dan kehilangan pekerjaan, asalkan perkataan itu keluar langsung dari mulutnya sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA :  Jelang Natal dan Tahun Baru 2026, Jasa Raharja Hadiri Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Pematangsiantar

Untuk itu, Supriadi yang didampingi beberapa sopir lainnya berharap agar permasalahan pembukaan jalan umum untuk pengangkut batubara segera bisa diselesaikan. (Red)