MEDAN – Wakil Ketua DPRD Medan H Zulkarnaen SKM mengingatkan agar warga melengkapi administrasi kependudukan (adminduk), agar dapat memanfaatkan layanan kesehatan gratis UHC di Kota Medan maupun di seluruh kabupaten kota yang ada di Sumatera Utara.
Penegasan ini disampaikan Zulkarnaen saat menggelar Sosialisasi Perda No.4 Tahun 2012 tentang sistem kesehatan Kota Medan oleh Pimpinan DPRD Kota Medan, yang berlangsung di Jalan Gurila Kelurahan Sei Kera Hilir 2, Medan Perjuangan, Sabtu (08/11/25) sore.
“Progam layanan kesehatan gratis Kota Medan yang ada saat ini, hanya bisa digunakan warga yang memiliki KK atau KTP Kota Medan,” ujar Zulkarnaen membuka kegiatan.

Begitupun, lanjutnya, bagi yang berada di kota lain dan masih wilayah Sumatera Utara, sekarang juga sudah bisa merasakan layanan fasilitas kesehatan gratis. Hal ini menyusul usai Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah melaunching program berobat gratis untuk seluruh warga Sumatera Utara.
“Dan untuk dapat memanfaatkan seluruh layanan kesehatan gratis ini, warga harus melengkapi administrasi kependudukan seperti KK atau KTP. Bagi yang belum memiliki KK KTP segeralah diurus,” pesannya.
Zulkarnaen kemudian mengajak waga agar tidak ragu untuk memeriksa kesehatannya di Puskesmas maupun rawat inap di rumah sakit, karena pembiayaannya telah ditanggung Pemko Medan.
DPRD dan Pemko Medan, lanjut Politisi Gerindra Kota Medan ini pun menyampaikan bahwa anggaran yang dikucurkan untuk kesehatan senilai Rp400 Milliar. Ini sebagai bentuk kepedulian DPRD dan Pemko Medan atas jaminan kesehatan warga Kota Medan.
Dikatakannya, bahwa program UHC ini pun telah berlanjut untuk warga Sumatera Utara, dimana Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memberikan layanan pemeriksaan dan rawat inap gratis di rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
“Jadi bila terasa kondisi badan sakit langsung ke Puskesmas,” ucap Pimpinan DPRD Kota Medan dari Fraksi Gerindra.
Didampingi Sekretaris Kecamatan Medan Perjuangan Faisal, Lurah Sei Kera Hilir 2 Ashadi Nuruddin, Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Medan dr Hari Putra Dermawan, Zulkarnaen mengingatkan pihak kecamatan Medan Perjuangan dan Lurah Sei Kera Hilir 2, melalui Kepling membantu administrasi kependudukan seperti KK dan KTP, mustahil program ini berjalan lancar apabila masih ada warga yang belum memiliki KTP atau KK.
Begitu juga kepada Warga Kota Medan, apabila ada pihak rumah sakit yang menolak, Wakil Ketua DPRD Medan ini pun meminta agar menelpon dirinya. Ia pastikan warga atau pasien langsung ditangani proses pemeriksaan medisnya.
Masih dalam acara tersebut, Sekcam Medan Perjuangan Faisal meminta para Kepling yang hadir mendata warganya.
“Nanti Pak dan Ibu Kepling tolong didata warganya khusus bagi anak balita yang belum masuk ke dalam KK, termasuk kepada pengantin baru untuk mengurus KK biar bisa satu Kk,” ujar sembari dijawab siap oleh para Kepling yang hadir.
Dalam acara tersebut, dr Hari Putra Dermawan yang mewakili Dinas Kesehatan Kota Medan mengimbau warga untuk memeriksakan kesehatan. Apabila kondisi pasien tidak memungkinkan untuk datang ke Puskesmas, Hari pun menyebutkan Tim Medis dari Puskesmas Sentosa Baru akan menyambangi rumah pasien tersebut.

Begitu juga bagi peserta BPJS kesehatan Mandiri namun status tidak sanggup bayar, masih bisa berobat dengan menggunakan KTP atau UHC. Namun bukan berarti bagi peserta BPJS Kesehatan yang menunggak pembayarannya itu tidak diputihkan akan tetapi membayarnya.
Di dalam acara tersebut, Zulkarnaen juga menyoroti soal bantuan PKH bagi warga kurang mampu maupun lansia agar Kepling lebih serius dalam pendataan.
Bahkan dalam Sosperda tersebut, ia mengusulkan pemasangan stiker atau spanduk untuk rumah penerima PKH. Nah disitu kan bisa tahu apakah si penerima layak atau tidak menerima PKH. Sebab banyak kabar yang diterima justru bantuan tersebut tidak tepat sasaran, “orang yang hidup layak justru dapat bantuan”.
Lurah Sei Kera Hilir 2, memastikan para Kepling bekerja maksimal sehingga bantuan untuk Lansia atau orang miskin itu tepat sasaran. Bahkan dalam Sosperda itu, bila ada Tim dari Kemensos maupun Dinsos Medan agar melibatkan Kepling sehingga nanti datanya klop atau pas.
Di sela-sela Acara Sosperda Pimpinan DPRD Kota Medan tersebut melaksanakan Sholat Ashar bersama dengan peserta maupun warga disekitar, dimana sebelum Azan berkumandang langsung menskor atau menghentikan acara dan melanjutkan setelah sholat Ashar selesai dilaksanakan.
Bagi para peserta Sosperda juga diberikan kesempatan untuk bertanya tentang seputaran kesehatan, dimana pertanyaan warga langsung ditanggapi oleh pimpinan DPRD Medan bersama unsur Kecamatan Medan Perjuangan dan OPD yang hadir.
Setelah itu dilanjutkan dengan foto bersama Pimpinan DPRD Kota Medan H Zulkarnaen bersama Sekcam Medan Perjuangan, Lurah Sei kera Hilir 2, Perwakilan OPD dengan peserta Sosperda No.4 Tahun 2012. (Red)





