MEDAN – Proses klaim asuransi sakit kritis nasabah Prude***al atas nama Chanra Simamora kembali menjadi perhatian publik setelah dirinya mengeluhkan lamanya penyelesaian klaim yang telah berlangsung lebih dari enam bulan.
Keluhan itu disampaikan saat Chanra bersama kuasa hukumnya, Budi Utomo, SH dari Budi Utomo SH & Partners, melakukan panggilan resmi ke Customer Service Prude***al pada Rabu siang, 26 November 2025, di Rumah Sakit Regina Maris, Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara. Saat itu, Chanra sedang menjalani perawatan sebelum operasi kanker payudara.
Chanra, yang saat itu didampingi suaminya, kuasa hukum, dan sejumlah wartawan, kemudian melakukan panggilan ke layanan pelanggan Prude****al. Panggilan tersebut tersambung dengan petugas Customer Service resmi bernama Ricard.

Klaim Tak Kunjung Selesai Sejak Pertengahan 2025
Dalam percakapan itu, Chanra mempertanyakan perkembangan klaim yang telah ia ajukan sejak pertengahan tahun 2025, namun hingga kini belum mendapatkan penyelesaian.
Panggilan dimulai dari layanan otomatis Prude****al sebelum tersambung ke petugas.
“Halo selamat siang dari Customer Service Prude***al, ada yang bisa saya bantu?” ujar Ricard membuka percakapan.
Chanra langsung menyampaikan maksudnya.
“Selamat siang, Pak. Saya nasabah Prudential. Mau nanyakan klaim asuransi saya sudah sampai mana?” kata Chanra.
Setelah nomor polis 1442-**** diverifikasi dan data pribadi dinyatakan sesuai, pembahasan masuk pada dokumen klaim.
Di sinilah Chanra menyampaikan kekesalannya karena pihak asuransi kembali meminta dokumen tambahan berupa bukti kepemilikan reparasi motor yang menurutnya tidak relevan dengan klaim kesehatan dan sakit kritis. Proses klaim itu sudah berlangsung hampir setengah tahun, dan ia nilai berbelit-belit.
“Padahal sakit kanker itu membutuhkan biaya yang sangat besar dan butuh kesehatan mental, tidak boleh stres. Namun pihak Prude***al selalu menunda- nunda proses klaim dan meminta dokumen yang tidak berhubungan dengan klaim kanker ini,” kata Chanra.
Pihak asuransi juga dipersilahkan dan minta untuk verifikasi langsung ke rumah sakit setiap kali proses kemoterapi berlangsung selama 8 siklus dalam 5 bulan terakhir. Namun, sambungnya, tidak sekali pun pihak asuransi mengirim perwakilan medis mereka untuk datang verifikasi medis.
Jadi, ia mempertanyakan keseriusan dalam investigasi dan keseriusan memproses klaim kanker beliau.
“Ini sudah enam bulan berjalan, kalian baru minta lagi. Reparasi motor apa lagi? Jangan macam-macam permintaan kalian. Saya sudah somasi pertama tanggal 24 November 2025 untuk meminta kalian selesaikan klaim saya sebelum tanggal 27 saya operasi di RS dan silahkan kalian kunjungi saya kalau tidak percaya saya sakit kanker. Dan kalau besok saya operasi lalu terjadi apa-apa, suami saya akan tuntut Prude***al,” ucap Chanra dengan suara lemah.
Ricard menjelaskan bahwa laporan terbaru sudah dibuat pada 24 November 2025 dan estimasi penyelesaian maksimal dalam 10 hari kerja.

Kuasa Hukum: Permintaan Dokumen Dinilai Tidak Masuk Akal
Kuasa hukum Chanra, Budi Utomo, SH, kemudian mengambil alih pembicaraan. Ia menilai permintaan dokumen tambahan tersebut tidak relevan dan tidak dapat dibenarkan.
“Saya sudah kirim somasi melalui email. Yang kalian minta itu tidak masuk akal. Pendaftaran awal klien saya pakai apa? KTP atau KK? Kenapa baru sekarang minta macam-macam? Rekening koran juga sudah lengkap dikirimkan data medis berulang juga sudah. Investigator datang foto-foto rumah. Tempat usaha dan mobil klien juga sudah difoto dan diverifikasi dan undangan setiap kemo juga sudah bahkan besok operasi juga sudah diundang namun Kalian mempersulit hak hidup seseorang, ini bisa melanggar HAM,” tegas Budi Utomo.
Ia menekankan bahwa kliennya telah rutin membayar premi sehingga berhak mendapatkan perlindungan dan pelayanan sesuai peraturan.
“Sekarang klien saya sudah bayar premi. Apa feedback Prude****al? Besok klien saya operasi. Kalau tidak ada penyelesaian, kami akan ambil langkah hukum yang lebih tegas. Saya minta sampaikan ini kepada pimpinan tertinggi kalian,” tambahnya.
Ricard menegaskan bahwa laporan tersebut telah diteruskan kepada pimpinan Prudential.
Wartawan Ikut Bertanya: Apakah Pimpinan Prudential Mengetahui?
Wartawan yang hadir juga mempertanyakan apakah pimpinan pihak asuransi mengetahui bahwa Chanra akan menjalani operasi kanker payudara keesokan harinya. Kenapa butuh 10 hari kerja lagi dimana penundaan kalian sudah 1/2 tahun.
“Sudah, Pak. Dan kami masih bantu usahakan prosesnya,” jawab Ricard singkat menjawab wartawan.
Dokter: Chanra Akan Menjalani Operasi Kanker Payudara
Dokter yang menangani, dr Juli, membenarkan bahwa Chanra merupakan pasien kanker payudara yang telah menjalani pengobatan sejak Mei 2025.
“Ada benjolan di payudara dan hasil pemeriksaan menunjukkan itu kanker. Pengobatan sudah kita jalankan secara rutin. Pasien sudah delapan kali kemoterapi dan besok akan dilakukan operasi,” jelas dokter. (Red)





