Lantik Relawan Kelurahan Bersinar, Meryl Saragih: Memberantas Narkoba Harus Keroyokan!

News86 Dilihat

MEDAN – Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Meryl R Saragih, melantik relawan anti narkoba di Kelurahan Tanjung Sari dan Kelurahan Helvetia Kota Medan, untuk mendorong sukses program pembangunan kelurahan/desa bersih narkoba (BERSINAR).

Pembangunan desa BERSINAR ini juga melibatkan seluruh pihak, seperti, Kesbangpol, Badan Narkotika Nasional (BNN), DPRD Sumut, Pemerintah Kabupaten/Kota, tokoh masyarakat

Menurut Meryl, pemberantasan narkoba di Sumut harus dilakukan dengan keroyokan, yaitu kerjasama, sinergi dan kolaborasi mulai dari pemerintah hingga ke lapisan masyarakat yang paling bawah.

BACA JUGA :  Bapemperda DPRD Sumut Gelar FGD Implementasi UU HKPD, Meryl: Untuk Tata Kelola Pajak Daerah Lebih Baik

“Jadi harus ada langkah konkrit langsung melibatkan juga masyarakat. Karena kan masyarakat inilah mata dan telinga. Jadi narkoba ini sangat berbahaya ya, ini musuh bangsa musuh kita bersama,” kata Meryl usai melantik relawan bersinar di Kantor Lurah Tanjung Sari, Kota Medan, Jalan Setia Budi, Senin (5/12/2022).

Ia mengatakan, hingga kini sebanyak 38 kelurahan yang dibentuk relawan anti narkoba. Ditargetkan relawan tersebut akan ada di 300 kelurahan. Berdasarkan data BNN tahun 2022, Sumut menjadi rangking pertama penyalahgunaan narkoba.

BACA JUGA :  Meryl Saragih : Semasa Hidup, Baskami Ginting Sosok yang Rendah Hati

“Jumlah relawan sekarang 540 relawan di 12 kabupaten kota. Jadi tidak hanya di medan saja, tapi di beberapa daerah sumut yang memeng zona merah peredaran narkoba,” ungkapnya.

Anggota Komisi A DPRD Sumut ini menambahkan, dalam pembangunan desa/kelurahan bersinar ini pemerintah juga turut mensosialisasikan program-program pemerintah. Seperti pelatihan kerja, kemudian lowongan pekerjaan dan sebagainya.

BACA JUGA :  Tekan Risiko Kecelakaan, Jasa Raharja Sumut Gelar Safety Campaign di SMK Negeri 2 Tebing Tinggi

“Kita juga mensosialisasikan program pemerintah, kita juga tidak hanya menyuruh mencegah (Narkoba), tadikan saya bilang ada program pelatihan dari dinas ketenagakerjaan kota medan, misalnya ada barista. Kemudian yang kedua info tentang lowongan kerja, jadi anak-anak muda ini punya kegiatan-kegiatan yang positif,” pungkasnya. (Red)