Polda Sumut Siapkan 548,37 Hektare Lahan Wujud Ketahanan Pangan

News238 Dilihat

Medan – Kepolisian Daerah Sumatera Utara menyiapkan sebanyak 548,37 Hektare lahan untuk ditanami jagung sebagai wujud ketahanan pangan di wilayah ini.

“Pemanfaatan lahan ini merupakan bentuk optimalisasi sumber daya yang dimiliki institusi Polri,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Polisi Hadi Wahyudi di Medan, Kamis.

Ia melanjutkan dari 548,37 Hektare lahan itu, sebanyak 11,4 Hektare merupakan lahan produktif milik Polda di tiga lokasi untuk ditanami jagung.

BACA JUGA :  Listrik Padam di Malam Takbiran, Warga Patumbak Curigai Tambang Bitcoin Ilegal

Kemudian sebanyak 164,98 Hektare lahan produktif jajaran polres di 61 lokasi, 50,90 Hektare lahan tumpang sari di bawah koordinasi polres pada 18 lokasi. Selain itu, data tambahan dari Kementerian Pertanian menunjukkan potensi lahan tumpang sari sebesar 24.718,45 Hektare, dimana 321,09 Hektare telah divalidasi dan siap ditanami.

“Melalui pemanfaatan lahan tidur dan pengelolaan tumpang sari, kami ingin memastikan ketahanan pangan bukan hanya menjadi wacana, tapi solusi nyata bagi masyarakat,” ucap dia.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Cabang Medan Gelar Edukasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat bagi Kepala Lingkungan dan Warga di Daerah Rawan Kecelakaan

“Penyiapan lahan oleh Polda Sumatera Utara diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi ketersediaan jagung sebagai salah satu komoditas strategis nasional,” katanya.

Dengan langkah kongkrit ini, Polda Sumatera Utara tidak hanya mendukung agenda nasional, tapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan pangan yang berkelanjutan.

“Program ini diharapkan menjadi bukti sinergisitas antara Polri, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun kemandirian pangan,” ucap dia dikutip dari Antara.

BACA JUGA :  Prancis vs Norwegia: Duel Haaland-Mbappe Perebutan Puncak Grup I Piala Dunia 2026

Gerakan tanam jagung yang dilakukan serentak oleh Polda Sumatera Utara dan jajaran dilaksanakan pada Kamis (16/1). Sebagai upaya mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan. (red/ant)