Dirawat di Madinah, Satu Jemaah Haji Kloter 09 Asal Gunungsitoli Tunda Kepulangan

News120 Dilihat

MEDAN –  Satu jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 09 asal Gunungsitoli, Muhammad Davis Bin Sutan Amir, tunda kepulangan karena sakit dan dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.

Jemaah haji yang tergabung dalam kloter 09 Debarkasi Medan tiba di Bandara Kualanamu Deli Serdang dengan Pesawat Garuda Indonesia, Rabu (3/7/2024) pukul 08.42 WIB.

Ketua PPIH Debarkasi Medan H. Ahmad Qosbi saat menyambut langsung jemaah haji di Aula 1 Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan.

BACA JUGA :  Rapat Koordinasi FKLLAJ Bahas Kecelakaan Menonjol di Desa Sumber Rejo Deli Serdang

“Saat berangkat ke tanah suci bapak dan ibu masih sebagai calon haji namun saat ini sudah menyandang predikat haji dan hajjah yang mabrur dan mabrurah. Ciri-ciri haji mabrur sudah terlihat saat jemaah haji tiba di tanah air dengan wajah yang penuh dengan kearifan, membawa kesejukan, sabar dan tidak marah-marah,” ujarnya.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Bersinergi dengan Bapenda dan Satlantas Polres Pematangsiantar Gelar Operasi Gabungan Keselamatan Lalu Lintas dan Sosialisasi Pemutihan Pajak Kendaraan 2025

Qosbi mengharapkan jemaah haji menjaga kemabruran haji dengan menjadi teladan di masyarakat, menjadi penyejuk dan membawa kedamaian bagi keluarga khususnya di masyarakat serta menjadi sosok yang selalu dirindukan.

“Bapak dan ibu tentunya sudah merasakan susahnya melaksanakan rangkaian ibadah haji di tanah suci, oleh karenanya jagalah predikat haji tersebut dengan baik, karena sesudah melaksanakan ibadah haji baru bisa mendaftar 10 tahun mendatang,” katanya.

BACA JUGA :  TNI Hadir Untuk Masyarakat, Kodam I/BB Salurkan Bantuan Makanan Sehat di Medan Marelan

Ia juga mengucapkan permohonan maaf jika ada sikap atau perkataan yang salah dari petugas penyelenggara ibadah haji dalam melayani jemaah baik saat pemberangkatan dan pemulangan tahun ini.

Kloter 09 Debarkasi Medan berjumlah 355 orang berasal dari Medan 336 orang, Gunungsitoli 11 orang dan petugas 6 orang. (Red)