Jay Idzes Blak-Blakan Sebut Kluivert Pusing Pilih Paes atau Emil

News894 Dilihat

Timnas Indonesia bakal melakoni laga penting kontra China dalam laga kesembilan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (5/6/2025).

Namun, sebuah pengakuan disampaikan Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes.

Dirinya mengatakan jika Maarten Paes dan Emil Audero membuat susah pelatih Patrick Kluivert dalam menentukan pilihan.

Emil Audero berpeluang menjalani debut dengan Indonesia, lantaran Maarten Paes yang selama ini jadi kiper utama terkena akumulasi kartu kuning.

BACA JUGA :  Bupati Karo Hadiri Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Aquabike World Championship Lake Toba 2023

Kehadiran Emil yang jadi pemain naturalisasi pada Maret lalu menambah kedalaman skuad Indonesia, khususnya di bawah mistar.

Akan tetapi, dalam dua pertandingan pada Maret tersebut melawan Australia dan Bahrain, Kluivert lebih memilih Paes ketimbang Emil.

Memiliki dua kiper bagus dan sarat pengalaman bermain di luar negeri jadi keuntungan besar bagi Skuad Garuda.

BACA JUGA :  Pengedar Sabu 24 Kg, 2 Pria Asal Aceh Dituntut Hukuman Mati. 1 Pria Asal Langkat Dituntut 17 Tahun

Hal itu juga menurut Jay Idzes menjadi kesulitan dalam mencari perbedaan dari Paes dan Emil.

“Sejujurnya, saya cukup mengenal Emil, karena dia bermain di Italia. Kami juga sudah sering berkomunikasi sebelumnya, sebelum dia dinaturalisasi. Sejauh ini saya baru bermain bersama Maarten, jadi saya belum bisa benar-benar mengatakan apa perbedaan besarnya,” ujar Idzes.

Di tengah keberuntungan Indonesia memiliki banyak pilihan, Jay Idzes menyebut salah satu ‘masalah’ dari punya banyak pemain bagus adalah membuat pusing pelatih.

BACA JUGA :  Jelang Ramadhan, Koordinator Wartawan DPRD Medan dengan KOPPIAH Gelar Bazaar Sembako

“Tapi kami sangat beruntung memiliki beberapa penjaga gawang, bukan hanya mereka berdua, tapi juga penjaga gawang lain yang sangat bagus,” ujar Idzes.

“Jadi kami benar-benar beruntung memiliki banyak pilihan. Akan menjadi pilihan yang sulit bagi pelatih ketika semua sudah bergabung,” kata Idzes menambahkan