Lantik Relawan Kelurahan Bersinar, Meryl Saragih: Memberantas Narkoba Harus Keroyokan!

News593 Dilihat

MEDAN – Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Meryl R Saragih, melantik relawan anti narkoba di Kelurahan Tanjung Sari dan Kelurahan Helvetia Kota Medan, untuk mendorong sukses program pembangunan kelurahan/desa bersih narkoba (BERSINAR).

Pembangunan desa BERSINAR ini juga melibatkan seluruh pihak, seperti, Kesbangpol, Badan Narkotika Nasional (BNN), DPRD Sumut, Pemerintah Kabupaten/Kota, tokoh masyarakat

Menurut Meryl, pemberantasan narkoba di Sumut harus dilakukan dengan keroyokan, yaitu kerjasama, sinergi dan kolaborasi mulai dari pemerintah hingga ke lapisan masyarakat yang paling bawah.

BACA JUGA :  Puluhan Genk Motor Bersenjata Kelewang Beraksi, 3 Orang Diamankan Tekab Polsek Patumbak

“Jadi harus ada langkah konkrit langsung melibatkan juga masyarakat. Karena kan masyarakat inilah mata dan telinga. Jadi narkoba ini sangat berbahaya ya, ini musuh bangsa musuh kita bersama,” kata Meryl usai melantik relawan bersinar di Kantor Lurah Tanjung Sari, Kota Medan, Jalan Setia Budi, Senin (5/12/2022).

Ia mengatakan, hingga kini sebanyak 38 kelurahan yang dibentuk relawan anti narkoba. Ditargetkan relawan tersebut akan ada di 300 kelurahan. Berdasarkan data BNN tahun 2022, Sumut menjadi rangking pertama penyalahgunaan narkoba.

BACA JUGA :  Pemko Medan Gelar Pertemuan Bahas Aset Daerah yang tercatat Ganda

“Jumlah relawan sekarang 540 relawan di 12 kabupaten kota. Jadi tidak hanya di medan saja, tapi di beberapa daerah sumut yang memeng zona merah peredaran narkoba,” ungkapnya.

Anggota Komisi A DPRD Sumut ini menambahkan, dalam pembangunan desa/kelurahan bersinar ini pemerintah juga turut mensosialisasikan program-program pemerintah. Seperti pelatihan kerja, kemudian lowongan pekerjaan dan sebagainya.

BACA JUGA :  Kemenag Umumkan Calon PPPK Paruh Waktu 2024, Ini Daftarnya

“Kita juga mensosialisasikan program pemerintah, kita juga tidak hanya menyuruh mencegah (Narkoba), tadikan saya bilang ada program pelatihan dari dinas ketenagakerjaan kota medan, misalnya ada barista. Kemudian yang kedua info tentang lowongan kerja, jadi anak-anak muda ini punya kegiatan-kegiatan yang positif,” pungkasnya. (Red)