PUD Pasar Ambil Alih Pengelolaan Kamar Mandi di Pusat Pasar

Bisnis126 Dilihat

MEDAN – Karena pengelola sebelumnya menunggak pembayaran selama tiga bulan, Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Medan akhirnya melakukan Eksekusi pengambilalihan pengelolaan kamar mandi di pusat Pasar, Senin (18/11/24).

Pelaksanaan Eksekusi yang sudah sesusai prosedur ini dipimpin langsung oleh Plt Dirut PUD Pasar Medan Imam Abdul Hadi.

Sebelum mengeksekusi jajaran PUD Pasar bersama unsur Forkopimda diantaranya perwakilan Kejari Medan, Yopi Andika, perwakilan Kapolsek Medan Area dan Koramil melakukan pertemuan di ruang Kepala Pasar Pusat Pasar.

BACA JUGA :  Jatuh Tempo 31 Agustus, UPT III Bapenda Medan Himbau Warga di Sunggal Segera Bayar PBB

Usai pertemuan, selanjutnya Eksekusi pengambilalihan pengelolaan kamar mandi sebanyak 12 unit yang berada di lantai 1, 2 dan 3 Pusat Pasar dilakukan. Tim langsung menjumpai penjaga kamar mandi dan menginformasikan bahwasanya Pengelolaan Kamar Mandi per hari ini telah diambil alih PUD Pasar.

Plt Dirut PUD Pasar Imam Abdul Hadi menjelaskan eksekusi ini dilakukan karena pengelola sebelumnya menunggak pembayaran selama tiga bulan. Sebelumnya sudah dilakukan tindakan admistrasi dengan melayangkan Surat Peringatan (SP) kesatu, kedua dan ketiga hingga pengambilalihan.

BACA JUGA :  Ketenangan Kunci Utama Berinvestasi saat IHSG Bergejolak 

“Setelah surat pengambilalihan hari ini dilakukan eksekusi didampingi oleh pihak Kejaksaan Negeri Medan, Kepolisian dan TNI serta dibantu petugas Satpol PP dan melibatkan juga Notaris”, kata Imam sembari menambahkan eksekusi hari ini berjalan lancar.

Dijelaskan Imam, jumlah tunggakan pengelola kamar mandi selama tiga bulan sebesar Rp 154 Juta. Saat ini tunggakan tersebut telah dibayarkan dan masuk kas perusahaan.

BACA JUGA :  KPPU Lakukan Penegakan Hukum Penjualan Bersyarat Minyakita

“Alhamdulillah kas perusahaan sudah kembali utuh. semoga pengelolaan kamar mandi di Pusat Pasar yang akan dikelola langsung oleh PUD Pasar akan semakin baik dan dapat lebih meningkatkan pendapatan”, ujarnya. (Red)