Bupati Langkat Komitmen Lestarikan Tradisi Budaya Karo

News85 Dilihat

LANGKAT – Bupati Langkat Syah Afandin menegaskan komitmennya dalam pelestarian tradisi budaya masyarakat Karo pada perhelatan Pesta Budaya Kerja Tahun 2025 yang digelar di Dusun II Kuta Buluh, Desa Simpang Kuta Buluh, Kecamatan Sei Bingai, Minggu (8/6/2025).

Acara tahunan yang menjadi bagian dari warisan adat masyarakat Karo tersebut dihadiri Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti yang mewakili Bupati dalam memberikan sambutan dan dukungan langsung kepada masyarakat.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Pematang Siantar Lakukan SMS Blast Dibeberapa Kecamatan Rawan Kecelakaan, Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Langkat Sribana PA, Camat Sei Bingai Thomas Sitepu, SE, Kepala Desa Simpang Kuta Buluh Agustinus Tarigan, serta para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Sei Bingai.

Acara berlangsung meriah dengan suguhan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Karo. Tarian tradisional yang dibawakan oleh generasi muda setempat menjadi daya tarik tersendiri, ditambah hiburan dari artis-artis lokal tanah Karo yang menambah semarak suasana.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Tebing Tinggi Hadiri FGD FKLL Program Keselamatan Lalu Lintas dalam Rangka Operasi Ketupat Toba 2025

Wakil Bupati mengucapkan selamat atas terselenggaranya pesta budaya ini. Ia menegaskan, pentingnya melestarikan nilai-nilai adat sebagai identitas masyarakat Karo.

“Tradisi ini adalah identitas masyarakat Karo yang harus terus dijaga. Pemerintah Kabupaten Langkat akan selalu mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari kekayaan daerah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan dari Bupati yang mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersatu dalam mendukung pembangunan Langkat yang maju dan sejahtera, tanpa terpecah oleh perbedaan suku, agama, atau pandangan politik.

BACA JUGA :  RUPST PGN 2025 Setujui Bagikan Dividen Sebesar 80% Laba Bersih 2024 Setara USD 271,5 Juta

“Mari bersama membangun Langkat yang lebih maju dan sejahtera dengan tetap menjaga persatuan dan budaya yang kita miliki,” imbaunya.

Pesta Budaya Kerja Tahun ini bukan hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, namun juga menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kearifan lokal di tengah tantangan modernisasi. (Lkt)